Ratusan Juta Modal BUMDES Pangeureunan Limbangan Diduga Raib, Warga Pesimis Program Ketapang Berjalan Mulus


Garut, Penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa, (BUMDES) Pangeureunan, Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut Sejak dibentuk Tahun 2018 telah menelan anggaran sekurangnya 599 juta rupiah.

Anggaran yang bersumber dari Dana Desa(DD) yang bertujuan mendongkrak perekonomian masyarakat Desa tersebut, dinilai minim manfaatnya.

Berdasarkan data, rincian penyertaan modal BUMDES Pangeureunan yakni Tahun 2018 Rp.100 Juta, Tahun 2022 Rp 10 Juta, Tahun 2023 Rp.100 Juta dan Tahun 2025 Untuk program ketahanan pangan Rp.389 Juta.

Upaya konfirmasi terkait hal itu dilakukan awak media dengan sambangi kantor Desa Pangeureunan, Jumat (20/02/2026). Kepala Desa, Asep tidak berhasil ditemui.

Terkonfirmasi melalui Sekretaris Desa, Siti Nurholisa, kendati memberi penjelasan tidak secara rinci.
"Untuk urusan BUMDES yang terdahulu saya tidak tahu, karena belum lama menjabat disini. Setahu Saya hanya yang tahun 2025 saja untuk program ketahanan pangan. Dengan bidang usaha saat ini telah berjalan yaitu pengadaan benih jagung dan kopi kemasan. Sampai akhir tahun 2025, keuntungan dari usaha tersebut sekitar Rp 16.518.000,-. Jadi pendapatan Desa (PADes)30% nya, sekitar Rp 4 jutaan" jelasnya.
 
Dilain pihak terkonfirmasi terpisah, Ketua BUMDES Hendi, juga mengungkapkan hal senada. Penunjukan dirimus sebagai Ketua Ia mengaku ditunjuk oleh Kepala Desa tanpa mengetahui kondisi BUMDES sebelum dan tidak menerima surat tanggung jawab (satijab) dari pengurus sebelumnya.

"Modal untuk program Ketapang kurang lebih Rp 389 juta bersumber dari 20% dana desa, dengan dua bidang usaha pengadaan Bibit jagung dan pengolahan kopi. Pengelolaan BUMDES sebelumnya saya tidak tahu karena saat ditunjuk jadi ketua oleh pak Kades, tidak ada serah terima jabatan dan kondisi usaha BUMDES sebelumnya" ungkap Hendi.
 
Sementara itu, dilingkup Desa tersebut santer terdengar kekhawatiran warga atas tata kelola BUMDES di Desa Pangeureunan.

"Sejak dulu hingga sekarang, BUMDES dirasa minim manfaat bagi masyarakat. Tata kelola yang tidak transparan. Modal yang tidak jelas usahanya, jangankan keuntungan, modalnya pun tidak tahu, seolah hilang. Harusnya ada pertanggungjawaban, kami berupanya pesimis program ketahanan pangan yang kini dikelola BUMDES akan berhasil dan bisa di rasakan manfaat nya oleh warga"ucap Warga yang enggan disebut namanya.

Sejauh ini hingga berita dilansir belum didapat tanggapan resmi terkait hal tersebut baik dari Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ataupun Camat Kecamatan Limbangan.

(Irawan)

Posting Komentar untuk "Ratusan Juta Modal BUMDES Pangeureunan Limbangan Diduga Raib, Warga Pesimis Program Ketapang Berjalan Mulus"

Ads :