SPBU 65.783.01 Diduga Timbun BBM Subsidi. Polda Perlu Terjunkan Tim



Kalbar, Kubu Raya : Praktek penyalahgunaan BBM semakin parah. Kali ini masyarakat menuding SPBU Rasau Jaya menimbun Bahan Bakar Minyak subsidi dan menjualnya kembali dengan harga gila penampung ilegal. 


Perbuatan yang sangat merugikan masyarakat susah itu, menurut penduduk sekitar, patut menjadi perhatian semua pihak. " Polda, Pertamina, Bupati Dan Dewan jangan diam dong. Tampil kelapangan, cek langsung lokasi secara diam-diam, " pinta warga setempat yang kerap melihat tanpa bisa berbuat apa-apa. 


Bahkan Tim media juga sempat mendokumentasikan aktivitas berengsek tersebut, seperti mengambil foto maupun video, yang menguatkan dugaan adanya bentuk penyimpangan kontinyu BBM subsidi yang dilakukan SPBU 65.783.01 Rasau Jaya. 


Pembeli ketengan dongkol berat dengan cara kerja orang Pertamina, BPH Migas, dan aparat penegak hukum. " Inikan menyakitkan rakyat banyak, kok dibiarkan berlarut. Lemot benar wujud pengawasan mereka, " tegas konsumen motor beat, usai mengisi bensin Rp. 10 ribu rupiah.


Ia juga kecewa melihat beberapa peraturan hukum pemerintah yang cuma jadi catatan kosong, belum pernah di implementasikan secara riil terhadap belasan SPBU yang terbukti brengsek. 


Salah satunya UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Pasal 55, 

Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi dapat dipidana penjara 6 tahun dan denda paling banyak Rp 60 M. Selanjutnya Pasal 53 huruf b dan d yang melarang penyimpanan serta niaga BBM tanpa izin atau tidak sesuai ketentuan.


" Kita ingin Polda Kalbar maupun Lembaga yang berkompenten segera melakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh, 

memeriksa operator SPBU termasuk pengelola dan menelusuri alur distribusi BBM subsidi, " desak pembeli ketengan tadi. 


Sebelum terbit, izin klarifikasi mentok oleh sikap menghindar, sinis dan ucapan terpaksa " pengawas kami tidak berada ditempat "

(Red/Tim)

Posting Komentar untuk "SPBU 65.783.01 Diduga Timbun BBM Subsidi. Polda Perlu Terjunkan Tim"

Ads :