TABAH BOLON Diduga Bandar Besar Sabu di Karo


KARO
- Pasca menjabat sebagai Kasat Narkoba yang baru, AKP Jonny Pardede dituding sebagai biang keladi meningkatnya peredaran sabu saat ini. Tingkat peredaran narkoba jenis sabu di Karo kian mengerikan selama ia menjabat dalam kurun waktu kurang lebih dua minggu.

Mengutip informasi dari beberapa sumber, peredaran sabu saat ini begitu tersistematis. Satres Narkoba Polres Karo dikabarkan telah merancang satu "bendera" untuk mengatur sistem peredaran barang haram tersebut. Skenario ini sudah berjalan selama dua minggu sejak Jonny resmi menjabat.

Menurut sumber, Tabah Simbolon alias Bolon merupakan satu-satunya oknum yang mendapat "restu" dari polisi. Ia kini sah berstatus sebagai bandar besar sabu. Tak main-main, dalam waktu yang belum seumur jagung itu, Bolon sudah membawahi 8 orang agen yang tersebar di beberapa kecamatan di Karo.

Bolon disebut bekerja sama dengan seorang oknum bernama Tanta Ginting alias Anta, pria asal Kec. Pancurbatu, Kab. Deli Serdang. Tanta berperan membawa persediaan sabu dari luar Karo untuk dipasarkan di Karo. Tanta juga disebut bekerja dibawah perintah seorang bigbos berinisial ESG alias Godol.

Adapun daftar 8 orang agen sabu dibawah komando Bolon di antaranya:

1. Andri Barus, berlokasi di Jalan Lingkar Kabanjahe, tepatnya di depan kilang kayu milik Mukhtar Surbakti. Di lokasi ini, penjualan sabu berbarengan dengan judi jenis tembak ikan. Disebutkan, lapak ini berada dibawah pengawasan personel Sat Narkoba Polres Karo, Bripka Dedy Sitinjak.

2. Sabar Pasaribu alias BTN, berlokasi di sekitar Pusat Kabanjahe, tepatnya di Gang Pengadilan Lama (Gapela) samping toko roti Majestik. Lokasi ini juga menyediakan  sabu serta judi tembak ikan;

3. Vinus, berlokasi di kawasan Kec. Simpang Empat, Surbakti, Desa Berastepu dan Kec. Kutabuluh. Ia menjadi satu-satunya agen "resmi" sabu di tiga kawasan ini;

4. Pari, berlokasi di Kec. Laubaleng sekitarnya. Pria ini disebut mendirikan barak untuk lokasi transaksi sabu sekaligus menyediakan perlengkapan alat hisap (bong) sabu;

5. Siman, berlokasi di Kec. Mardinding. Agen yang satu ini disebut menyediakan  beberapa barak narkoba dan juga membuka "apotik" untuk orang "sakit" di sejumlah lokasi judi tembak ikan. Siman disebut-sebut merupakan pemain lama di dunia sabu;

6. Johanes, berlokasi di kawasan Desa Ketaren dan Dusun Berhala, Desa Sumber Mufakat, Kec. Kabanjahe. Menurut sumber, agen yang satu ini melancarkan bisnis sabunya di bawah pengawasan personel Sat Narkoba Polres Karo bernama Carles Tarigan;

7. Annes dan Chandra Manihuruk, berlokasi di kawasan Dusun Lau Bawang, Kelurahan Padang Mas, Kec. Kabanjahe yang tak jauh dari Sungai Laudah. Dua sohib ini melancarkan bisnis "garam Cina" itu di lokasi judi tembak ikan yang dioperasikan seorang oknum bernama Roni;

8. Guni, berlokasi di Kec. Kutabuluh. Agen ini disebut mengoperasikan usahanya melalui metode pengantaran atau dalam bahasa tren saat ini: Cash On Delivery (COD). Usai sabu di antar, pembeli akan membayar dengan uang tunai.

Aiptu Hesron Barus Dituding Jadi Korlap

Tumbuh suburnya peredaran narkoba di satu wilayah harusnya menjadi atensi petugas, atau lebih tepatnya Sat Narkoba maupun BNN setempat. Jika jadi atensi serius, sekecil apapun tingkat peredaran narkoba itu, pasti akan berhasil ditindak oleh aparat negara itu.

Hal berbeda justru terjadi di Karo. Menurut sumber, oknum polisi dari Sat Narkoba Polres Karo, Aiptu Hesron Barus diperintah oleh Kasat Narkoba untuk menjadi koordinator lapangan (korlap) untuk mengawasi peredaran sabu di bawah kuasa Bolon. Hesron dibantu oleh duo juniornya, Dedy Sitinjak dan Carles Tarigan.

"Bolon dan semua anak buahnya tetap harus koordinasi sama Hesron Barus. Upeti dari penjualan sabu ini wajib disetor melalui Hesron Barus setiap minggu. Hesron ini jabatannya Katim (Ketua Tim) di Unit 2 Sat Narkoba Polres Karo. Dia cuma tunduk ke Kanit 2 dan Kasat Narkoba," ungkap sumber, Selasa (10/2/2026).

Sumber juga mengungkap, seluruh sistem peredaran narkoba di Karo tentu "di remot" dari Sat Narkoba Polres Karo. Jika tidak, bisnis barang haram itu mustahil dapat berjalan mulus tanpa hambatan. Ia meminta, seluruh informasi miring ini patut menjadi atensi dari pihak Unit Propam Polres Karo.

"Propam Polres Karo jangan diam. Jika dibiarkan, narkoba akan semakin menghancurkan daerah kita. Apalagi skenario jahat ini sudah dirancang sejak awal. Ini sangat mengerikan. Informasinya, seluruh kecamatan di Karo tak lama lagi bakal dikuasai oleh bandar besar ini," kata sumber.

Bersambung...



Posting Komentar untuk "TABAH BOLON Diduga Bandar Besar Sabu di Karo"

Ads :