MediaJejakKriminal.Net LOLAK – Sebuah insiden yang berawal dari kesalahpahaman di jalan raya berujung pada keributan fisik antara pengendara di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di wilayah Tundu, saptu (7/2/2026)) Pihak yang terlibat telah berdamai secara resmi di Kepolisian Sektor (Polsek) Lolak.
Berdasarkan penuturan salah satu pihak, Suarjono Lenda, kejadian bermula di Jalan Raya Desa Tandu, Kec. Lolak Kab. Bolmong Sulawesi Utara (Sulut), setelah area pabrik jagung. Saat itu, sekumpulan kendaraan yang terdiri dari sebuah truk, mobil Wuling Hadija, Wuling HJ, dan Toyota Innova hitam berada dalam iring-iringan. Mobil Wuling HJ yang berada di depannya memberi isyarat akan menyalip, sehingga Suarjono yang mengemudi mengurangi kecepatan.
"Mobil Innova pun ikut memberi isyarat mau menyalip. Posisi saya jadi di belakang mereka," ujar Suarjono. Wuling HJ kemudian mencoba menyalip truk di depannya. Diduga sopir truk merasa terganggu, sehingga terjadi ketegangan di antara keduanya dengan saling membuntuti dan menyisip.
Ketegangan berlangsung singkat hingga ujung kampung Tandu. Truk tersebut akhirnya tertinggal oleh Wuling HJ dan Innova. Setelah merasa jalannya bersih, Suarjono kemudian memberi isyarat untuk menyalip truk yang sama.
"Di situlah terjadi cacian kasar dari sopir truk. Saya disebut 'laso' dan 'babi'," jelasnya. Karena tidak terima, Suarjono membalas mengejar dan menanyakan alasannya. Sang sopir truk balik bertanya apakah kendaraan yang menyalip sebelumnya adalah temannya, yang dijawab tidak oleh Suarjono.
Kata-kata kasar kembali dilontarkan sopir truk. Istri Suarjono yang tidak terima kemudian melemparkan sebotol air mineral ke arah sopir truk. Situasi memanas dan berpuncak pada adu mulut yang berujung perkelahian fisik antara kedua pengemudi.
Permintaan Hapus Konten dan Ancaman Jalur Hukum
Suarjono menegaskan bahwa versi kejadian yang disiarkan secara live di Facebook oleh akun Chela Natarang Suoth tidak benar dan mengandung fitnah. Ia memohon kepada publik yang telah melihat atau menyimpan rekaman live tersebut untuk menghapusnya dan tidak menyebarluaskannya lebih lanjut.
"Kami memohon agar tidak disebarkan lagi, karena sedikit banyak mempermalukan istri saya. Kami mengakui salah karena terpancing emosi, tetapi bagi oknum-oknum yang tidak tahu, tolong jangan ditambah-tambahi," pintanya.
Suarjono menyatakan bahwa pihaknya telah berdamai dengan sopir truk (pihak kedua) di Polsek Lolak. Namun, ia mengancam akan menempuh jalur hukum jika video live dari akun tersebut tidak dihapus dan masih dipaksakan penyebarannya di media sosial.
"Barang siapa yang memaksakan untuk menyebarluaskan di sosmed, maka itu sudah melanggar undang-undang ITE," tegas Suarjono Lenda.
Status Penyelesaian
Kapolsek Lolak mengonfirmasi bahwa kedua pihak yang terlibat keributan telah didamaikan. Proses mediasi telah dilakukan dan kesepakatan damai tercapai. Serta di saksikan oleh saksi dari ke dua belah pihak. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi insiden di jalan raya dan tidak mengambil tindakan yang dapat memicu kekerasan.
Riton - Tim



.png)
Posting Komentar untuk "Insiden Lalu Lintas dan Keributan di Jalan Trans Sulawesi Berakhir Damai di Polsek"