BINTAUNA, jejakkriminal.net-
Kebijakan pembatasan kuota harian Pertalite sebesar 120 liter per kendaraan roda empat, yang ditujukan agar subsidi tepat sasaran, diduga dilanggar secara sistematis di SPBU Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara (Sulut). Pelanggaran ini diduga menjadi penyebab kelangkaan yang kerap dialami masyarakat.
Aksi mencurigakan terpantau di sebuah warung di Dusun 4, Desa Padang, Kecamatan Bintauna. Seorang oknum terlihat memuat sejumlah galon berisi Pertalite ke dalam mobil Toyota Avanza bernomor polisi DB 1458 MJ. Volume dalam galon-gal tersebut diduga kuat telah melebihi batas kuota harian untuk kendaraan itu sendiri.
“Sangat janggal. Kendaraan pribadi dibatasi, tapi mereka bisa memuat puluhan liter dengan galon-galon,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Aksi serupa dengan menggunakan jerigen juga kerap terjadi. Diduga, oknum tersebut bekerja sama dengan oknum lain di SPBU Bintauna untuk melancarkan aksinya. Pertalite yang dibeli dengan harga Rp10.000 per liter itu kemudian diduga dijual kembali ke warung-warung dengan harga Rp 11.000 sampai Rp 12.000, yang nantinya warung-warung pengecer tersebut akan menjual kembali dengan harga Rp13.000 per liternya dan menghasilkan keuntungan dari selisih harga.
“Kami sebagai pengguna kendaraan roda empat justru sering kehabisan dan terpaksa beli eceran yang lebih mahal. Sungguh miris,” keluh seorang pengendara mobil di Bintauna.
Pelanggaran seperti ini telah beberapa kali disorot media setempat, namun aksi oknum SPBU Bintauna serupa masih terus berlangsung. Masyarakat mendesak kepolisian untuk bertindak.
Secara hukum, aksi ini dapat dikenai sanksi berat. Pasal 55 UU 22/2001 mengancam penyalahgunaan niaga BBM bersubsidi dengan pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda hingga Rp60 miliar. Sementara, penjualan eceran tanpa izin juga ilegal dan berisiko terhadap keselamatan serta kualitas BBM.
Kapolres Bolmut AKBP Juleigtin Siahaan S.I.K., M.I.K melalui Kapolsek Bintauna IPTU Ibrahim Hatam menanggapi hal ini mengatakan. Terima kasih atas informasinya. Kami akan menindak lanjuti terkait hal tersebut dengan melakukan pengecekan dilapangan, dan tentunya apabila ditemukan dilapangan kami akan menindak secara hukum.
Masyarakat berharap ada tindakan tegas agar subsidi BBM benar-benar sampai kepada yang berhak dan kelangkaan tidak terjadi lagi.
Riton - Tim


.png)
Posting Komentar untuk "Kuota Pertalite Dibobol Oknum di SPBU Bintauna, Borong Pakai Galon untuk Dijual Eceran"