Usai Viral Beberapa Pekan di Tempat Karaoke Kampung Baru, Oknum (AG) Kembali Jadi Perbincangan Warga Jepon dan Blora

Blora, jejakkriminal.net-
Pria yang sebelumnya sempat memicu kontroversi di sebuah kafe di kota tersebut, kini diduga melakukan aksi arogan dengan merusak proyek pengecoran jalan di Desa Palon, Jumat 20 Februari 2026. Bukannya menunjukkan penyesalan, Agus justru bersikap konfrontatif dan melontarkan pernyataan menantang kepada kepala desa setempat.

Peristiwa ini bermula saat proyek pengecoran jalan yang dibiayai negara dan sangat dinantikan warga tengah berlangsung. Tanpa rasa bersalah, Agus nekat mengendarai sepeda motornya melewati lapisan cor yang masih dalam kondisi basah. Akibatnya, permukaan jalan yang baru saja di-finishing mengalami kerusakan signifikan dan terpaksa harus diperbaiki ulang.

Kepala Desa Palon, Darsono, membenarkan insiden tersebut "memuakkan", Saat ditegur, Agus bukannya meminta maaf atas kerusakan yang ditimbulkan, melainkan mengeluarkan pembelaan yang dianggap konyol.

"Saya bukan menerjang, tapi saya lewat," ujar Darsono menirukan pernyataan Agus saat dikonfirmasi.

Tak sampai di situ, Agus bahkan mempertanyakan kelengkapan surat izin pembangunan dari Dinas Perhubungan (Dishub). Ia menantang agar proyek dihentikan jika tidak memiliki izin yang sah.

Sikap arogan dan sok tahu ini sontak memicu kemarahan warga. Situasi sempat memanas hingga memaksa keamanan dari Polsek/Polres setempat beserta jajarannya turun tangan ke lokasi. 

Kehadiran aparat kepolisian bertujuan untuk meredam ketegangan dan memastikan kelanjutan proyek yang menjadi dambaan masyarakat selama bertahun-tahun tidak terhenti total.

Menurut Kades Darsono, tindakan Agus bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan sudah masuk kategori sabotase terhadap fasilitas publik. 

Seluruh warga Desa Palon selaku penerima manfaat proyek merasa sangat dirugikan.

"Masyarakat menilai tindakan Agus ini sudah tidak benar. Kami sangat kecewa. Pengecoran jalan ini sangat dinantikan, tapi justru diganggu dengan cara-cara yang tidak bertanggung jawab," tegas Darsono.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Palon mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum tersebut. 

Mereka berharap adanya efek jera agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Publik kini menanti langkah nyata dari pihak berwajib, dan bertanya-tanya, sampai kapan aksi "koboi" jalanan seperti ini dibiarkan merusak ketertiban dan fasilitas umum di Blora.harapnya

( Udin )

Posting Komentar untuk "Usai Viral Beberapa Pekan di Tempat Karaoke Kampung Baru, Oknum (AG) Kembali Jadi Perbincangan Warga Jepon dan Blora"

Ads :