SULUT, Ratatotok, jejakkriminal.net-
Kawasan Kebun Raya (KR) Megawati yang berada di Ratatotok, Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara (Sulut), kembali menjadi pemandangan memilukan. Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) ditemukan awak media saat melakukan investigasi di lokasi yang dikenal dengan nama Rotan Hill, yang notabene merupakan bagian tak terpisahkan dari kawasan konservasi kebun raya tersebut. Kondisi ini sungguh sangat meresahkan dan mengancam kelestarian lingkungan yang seharusnya dilindungi.
Berdasarkan informasi akurat yang berhasil dihimpun di lapangan, lokasi tambang ilegal tersebut disebut-sebut dikelola dan didanai oleh seorang aktor kambuhan bernama Dede Tjhin, atau yang akrab disapa Cie Dede. Dua unit alat berat jenis ekskavator terpantau beroperasi di lokasi, mengeruk material tanah tanpa memperhatikan izin maupun dampak lingkungan. Lokasi ini berada di wilayah Rotan Hill, yang secara administratif masuk dalam kawasan Kebun Raya Megawati.
Nama Cie Dede bukanlah nama baru dalam catatan hitam pertambangan liar di Sulawesi Utara. Ia sudah sangat sering dikaitkan dalam berbagai pemberitaan media sebagai aktor kambuhan dan pemain besar dalam jaringan mafia tambang ilegal. Bahkan, Cie Dede pernah diamankan aparat penegak hukum, namun anehnya bisa lolos dari jeratan hukum.
Publik menduga kuat adanya "orang dalam" yang bermain mata sehingga yang bersangkutan bisa berlenggang bebas dan kembali menjalankan aksinya melakukan penambangan ilegal di lokasi yang sama.
"Beliau ini aktor lama. Sudah berkali-kali diberitakan, sempat ditangkap, tapi selalu bisa keluar. Sekarang malah semakin berani buka tambang lagi di kawasan lindung. Ini tidak masuk akal kalau tidak ada yang melindungi," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya, Minggu (15/3/2026).
Temuan ini semakin menguatkan keyakinan publik tentang desas-desus adanya oknum aparat yang ikut bermain. Bahkan secara sistemik, diduga ada pihak-pihak yang mengamankan aktivitas Cie Dede di belakang layar, sehingga mafia tambang kawakan ini bisa leluasa beraksi tanpa rasa takut aksi kejahatannya diringkus aparat.
Padahal, kawasan Kebun Raya Megawati merupakan aset berharga yang seharusnya dijaga dan dilestarikan, bukan dirusak oleh kepentingan segelintir cukong tambang. Kerusakan yang ditimbulkan tidak hanya berdampak pada lingkungan saat ini, tetapi juga akan dirasakan oleh generasi mendatang.
Polda Sulut pun didesak untuk tidak hanya diam dan pura-pura menutup mata dengan keberadaan lokasi tambang ilegal ini. Janji Ditreskrimsus Polda Sulut, Winardi Prabowo, yang menyatakan akan menindak tegas jika ada oknum polisi yang ikut terlibat dan membackup mafia tambang, sepertinya hanya ibarat isapan jempol belaka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda komitmen tersebut diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan. Masyarakat mulai mempertanyakan, apakah janji tersebut hanya retorika belaka?
Banyak kalangan menilai, keberadaan Kapolda Sulut saat ini sudah layak diperhitungkan untuk diganti jika dinilai memang sudah tidak mampu menindak oknum di jajarannya. Rasa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya di Sulawesi Utara, sudah jeblok. Masyarakat butuh ketegasan, bukan pembiaran.
Mabes Polri diminta untuk segera turun tangan membongkar praktik tambang ilegal di Ratatotok hingga ke akar-akarnya. Yang masyarakat butuhkan adalah aksi nyata, bukan sekadar retorika semata. Hasil emas yang dikeruk dari tambang ilegal harus disita dan dapat sepenuhnya dikuasai oleh negara sebagai kekayaan yang hilang akibat kejahatan lingkungan.
"Kami ingin hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya. Hasil kekayaan alam ini milik rakyat, bukan milik segelintir cukong yang diduga dilindungi oknum. Negara harus bertindak tegas dan memberikan efek jera," tegas aktivis lingkungan setempat.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polda Sulut maupun Polres Mitra terkait temuan ini. Namun, publik berharap aparat segera bergerak sebelum kerusakan di Kebun Raya Megawati semakin parah dan sulit untuk dipulihkan. Rotan Hill yang hijau kini terancam menjadi saksi bisu kejahatan tambang yang terus dibiarkan.
Vincent - Tim


.png)
Posting Komentar untuk "Nama Dede Tjhin Kembali Mencuat sebagai Aktor Kambuhan, Publik Minta Polisi Bertindak Tegas"