Desak Ganti Rugi dan Pembukaan Sungai, Pendemo Dihubungi Bupati Muba di Tengah Aksi




MUBA, MA- https//www.jejakkriminal.net 9 april 2026 

Permasalahan antara masyarakat dan PT Ghutrie Pecconina Indonesia (GPI) perihal ganti rugi lahan sawah dan belum dibukanya aliran serta normalisasi Sungai Lengaran Ilir terus berlarut tanpa kepastian.

Merasa haknya diabaikan, warga Desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan bersama sejumlah organisasi seperti Barikade 98, GEMPITA, AWDI, dan Cakar Sriwijaya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Musi Banyuasin, Kamis (09/04/26).

Aksi tersebut diikuti puluhan massa yang membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan secara lantang. Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah daerah segera membuka kembali aliran Sungai Lengaran Ilir serta merealisasikan ganti rugi atas kerusakan lahan pertanian yang selama ini mereka alami.

"Kami sudah terlalu lama menunggu. Sawah kami rusak, penghasilan hilang, tapi pemerintah seolah lamban bertindak. Hari ini kami datang untuk menuntut kejelasan,” ujar Lukman salah satu tokoh masyarakat Desa Karang Anyar seusai aksi.

Massa juga menyoroti kinerja tim terpadu yang dinilai belum mampu memberikan solusi konkret atas persoalan tersebut. Mereka meminta adanya langkah nyata, bukan sekadar wacana atau janji.

"Dimana tim terpadu yang telah dibentuk Pemerintah Kabupaten Muba, sampai saat ini tim tersebut tidak pernah turun dan memberikan penjelasan hasilnya dalam menangani permasalahan kami dengan PT GPI," jelas Lukman.

Di tengah-tengah aksi sempat memanas dan nyaris bentrok karena para pendemo merongrong masuk dan menembus pagar berharap agar bisa menemui bupati Musi Banyuasin dan mendapatkan solusi. 

Kondisi yang semakin panas massa pun mengancam akan membakar ban mobil bekas tepat didepan kantor bupati sebagai bentuk luapan kekecewaan. Namun tiba-tiba situasi sempat mencuri perhatian ketika Bupati Musi Banyuasin dikabarkan menghubungi salah satu peserta aksi melalui sambungan telepon.

Dalam percakapan tersebut, Bupati meminta agar masyarakat tetap tenang dan bersabar, serta menyampaikan dirinya akan segera menjadwalkan pertemuan bersama masyarakat desa karang anyar guna mencari solusi permasalahan warga dengan PT GPI. Bupati juga menjelaskan dirinya tidak bisa menemui langsung para pendemo dikarenakan ada kegiatan di kota Palembang.

Meski demikian, respons tersebut belum mampu meredam kekecewaan warga. Mereka menilai komunikasi melalui telepon tidak cukup tanpa diiringi tindakan nyata di lapangan. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret guna menghindari eskalasi aksi yang lebih besar di kemudian hari.

"Kami menghargai itikad baik Bupati, tapi kami butuh bukti. Sungai harus segera dibuka kembalikan sungai seperti semula dan sawah kami harus diganti rugi. Itu tuntutan kami," ungkap Lukman dengan nada penuh harap.

Aksi ini disebut sebagai bentuk akumulasi kekecewaan warga yang selama ini merasa tidak mendapatkan kepastian atas nasib lahan pertanian mereka. Bahkan, massa mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan tidak segera dipenuhi.

Posting Komentar untuk "Desak Ganti Rugi dan Pembukaan Sungai, Pendemo Dihubungi Bupati Muba di Tengah Aksi"

Ads :