Dilema Pengrajin Tahu Cisambeng Terjepit Harga Kedelai dan Langkanya Kayu Bakar

 


MAJALENGKA,JEJAKKRIMINAL.NET


Napas industri tahu rumahan di Desa Cisambeng kini kian tersengal. Para pengusaha tahu di sentra produksi tersebut mulai mengeluhkan kondisi ekonomi yang tidak menentu, dipicu oleh kombinasi "maut": meroketnya harga bahan baku kedelai dan sulitnya mendapatkan bahan bakar kayu yang murah.

‎​Hj. Unan, salah satu pengusaha tahu senior di Desa Cisambeng, mengungkapkan keluh kesahnya pada Selasa (07/04). Menurutnya, kondisi saat ini benar-benar menguji daya tahan para perajin.


‎Dua Beban dalam Satu Waktu

‎​Ada dua faktor utama yang membuat para pengusaha tahu di Cisambeng merasa terhimpit:

‎​Harga Kedelai yang Tak Kunjung Turun Sebagai bahan baku utama, kenaikan harga kedelai langsung memukul biaya produksi. Perajin tidak punya pilihan selain memutar otak agar dapur tetap mengepul.

‎​Krisis Bahan Bakar Kayu Proses pengolahan tahu tradisional sangat bergantung pada kayu bakar. Namun, saat ini harga kayu bakar ikut merangkak naik dan ketersediaannya seringkali terbatas, menambah panjang daftar pengeluaran operasional.



Menghadapi situasi ini, Hj. Unan menegaskan bahwa menaikkan harga jual tahu ke pasaran menjadi langkah yang tidak bisa dihindari lagi.

‎​"Tidak boleh tidak, pengusaha harus menaikkan harga jual. Jika bertahan di harga lama dengan biaya produksi yang sekarang, kami bisa gulung tikar," ujar Hj. Unan dengan nada getir.


‎Meskipun kenaikan harga merupakan keputusan pahit yang berisiko menurunkan minat pembeli, hal ini dilakukan demi menjaga kelangsungan hidup usaha dan nasib para pekerja yang menggantungkan hidup di pabrik tahu.

‎​Para pengusaha di Desa Cisambeng berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, baik berupa stabilitas harga kedelai maupun solusi alternatif bahan bakar yang lebih terjangkau, agar piring nasi para perajin tahu tidak ikut "mengecil" bersama produk yang mereka hasilkan.



‎(Kabiro)


Posting Komentar untuk "Dilema Pengrajin Tahu Cisambeng Terjepit Harga Kedelai dan Langkanya Kayu Bakar"

Ads :