Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat: Toko "Tutup" tapi Tetap Beroperasi, Diduga Dibekingi oknum Wartawan
Jejakkriminal.net
JAKARTA, 13 April 2026 Peredaran obat keras dan psikotropika kembali mencuat di wilayah Jakarta Barat. Kali ini, sebuah lokasi di Jl. Pedongkelan Raya RT.1/RW.13, Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, diduga menjadi pusat transaksi ilegal yang beroperasi dengan modus operandi yang cukup cerdik.
Berdasarkan informasi yang diterima, toko tersebut tampak tertutup dari luar dengan pintu besi yang selalu tertutup rapat, seolah-olah tidak beroperasi atau sedang tutup. Namun, di balik tampilan tersebut, aktivitas jual beli obat keras terus berjalan secara aktif. Transaksi dilakukan secara terbuka dan terang terangan melayani pembeli tanpa resep dokter.
Yang lebih mengejutkan, beredar informasi kuat bahwa kegiatan ilegal ini diduga mendapatkan "perlindungan" atau dibekingi oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan. Keberadaan oknum ini diduga berfungsi sebagai penyangga agar usaha tersebut tetap aman dari pengawasan dan tindakan hukum dari aparat berwenang.
Modus operandi yang digunakan, yaitu tampak tutup namun tetap beroperasi, menunjukkan adanya perencanaan yang matang untuk menghindari deteksi.
Hal ini tentu sangat meresahkan masyarakat dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan publik serta ketertiban umum.
DESAKAN KERAS KEPADA APARAT
Kami mendesak dengan sangat keras kepada pihak kepolisian, khususnya Polres Metro Jakarta Barat dan jajarannya, serta Dinas Kesehatan terkait, untuk segera melakukan tindakan tegas
Lakukan Penyelidikan Mendalam Segera turun ke lokasi untuk memverifikasi informasi dan melakukan penggerebekan jika ditemukan bukti yang cukup.
Tindak Tegas Semua Pihak Jangan hanya menindak pelaku penjual, tetapi juga usut tuntas siapa saja yang terlibat, termasuk oknum yang diduga membekingi kegiatan ini, terlepas dari latar belakang profesi mereka. (Str)




.png)
Posting Komentar untuk "Peredaran Obat Keras di Jakarta Barat: Toko "Tutup" tapi Tetap Beroperasi, Diduga Dibekingi Wartawan"