Jejak Kriminal.net|Garut – Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, menjadi pertanyaan besar setelah awak media mengalami kesulitan mendapatkan informasi terkait penggunaan anggaran dana BOS TA 2025 dan TA 2026.
Awak media telah dua kali mendatangi sekolah, namun Kepala Sekolah Rita Herlina sulitt ditemui untuk kedua kalinya dihari rabu (08-04-2026), sementara operator menyatakan tidak memiliki data secara pasti karena semua catatan tersimpan di laptop yang berada di ruangan kepala sekolah.
"Untuk mendetailnya saya tidak bisa memaparkan karena datanya ada dalam laptop dan kebetulan laptopnya ada di ruang kepsek," ujar operator saat ditemui pada Selasa (07-04-2026).
"Kalo tentang perpustakaan harus ijin kepala sekolah dulu," tandas guru tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Tak hanya itu, pembayaran honor guru yang mencapai nilai Rp139.000.000 juga menjadi perhatian publik terkait transparansi penggunaannya. Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepala sekolah Rita Herlina belum melakukan wawancara secara resmi atau memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana BOS, alokasi anggaran perpustakaan, maupun pembayaran honor guru tersebut.
Kondisi ini membuat khawatir terkait kemungkinan adanya penyimpangan atau kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut. Dana BOS yang seharusnya digunakan untuk keperluan operasional sekolah, peningkatan fasilitas, dan kesejahteraan siswa serta guru, kini menjadi misteri karena sulitnya mendapatkan data dan penjelasan dari pihak pengelola sekolah.
Masyarakat berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan Inspektorat segera melakukan tindakan untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak SDN 3 Samarang, serta melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan bahwa dana BOS digunakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memberikan manfaat optimal bagi sekolah serta siswanya.


.png)
Posting Komentar untuk "BOS SDN Samarang Garut Terkesan Ditutupi, Anggaran Guru Honor Dan Perpustakaan Jadi Sorotan"