Jejak kriminal.net|Garut- Suasana SMK Griyamukti Kabupaten Garut, Prov. Jawa Barat nampak sepi saat awak media berkunjung pada pukul 9.30 WIB. Tak ada siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM)pada Juma't (10-04-2026).
Kepala SMK GRIYAMUKTI, Agus Solihin mengakui ketika di wawancara awak media tentang data siswa SMK tersebut, pada Jumat (10-04-2026), Agus mengakui jumlah siswa saat ini adalah 54 orang yang sesuai dengan data di Dapodik.
"Kalo sekarang 54 dan itu sesuai dapodik pak, dulu waktu sebelum covid hampir 90 cuman sekarang jadi merosot pak," ujar Agus.
Mengenai anggaran dana BOS, Agus mengaku tidak mengingat rincian alokasi yakni untuk pengembangan perpustakaan, pembelian buku, maupun anggaran pemeliharaan.
"Aduh lupa pak, semua nya ada di ARKAS, kalo buku sudah beli dan kalo perpustakaan kita belum memiliki pak," tandasnya.
Berdasarkan data ARKAS TA 2026 tahap 1, sekolah menerima dana BOS sebesar Rp43.200.000 dengan 54 siswa penerima. Pada tahun 2025, tahap 1 mendapatkan Rp33.600.000 dan tahap 2 juga Rp33.600.000 dengan jumlah siswa 42 orang. Namun, dalam ARKAS TA 2025 juga tercatat bahwa sekolah memiliki 60 siswa dengan 6 tenaga pendidik (Tendik), serta menghabiskan anggaran sebesar Rp26.350.000 – dengan rincian, Rp17.350.000 untuk tahap 1 dan Rp9.000.000 untuk tahap 2.
Di sisi lain, terkait bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2025, Agus menyebutkan bahwa hanya tiga orang siswa saja yang menjadi penerima dengan total dana Rp1.800.000/siswa.
"PIP hanya tiga orang saja pak, mendapat kan Rp1.800.000 dan dicairkan masing masing ke Bank tanpa ada pungutan dari pihak sekolah," tambahnya.
Data jumlah siswa dan anggaran BOS memunculkan pertanyaan besar mengenai transparansi pengelolaan dana dan akurasi data di sekolah, dimana tentang realisasi dana BOS tak nampak dalam papan data di lingkungan sekolah atau transparansi media lain nya.


.png)
Posting Komentar untuk "SMK Griyamukti Garut Catat Data Siswa Penerima BOS 54, ARKAS Catat 60. Kepsek Mengaku Belum Memiliki Gedung Perpustakaan."