"Dari Rumah Reyot Menjadi Hunian Layak", BAZNAS Pasaman Hadirkan Harapan Baru Bagi Warga



Pasaman_jejakkriminal.net_Bertahun-tahun Elsa Fitriani bersama keluarganya hidup dalam keterbatasan di sebuah rumah reyot yang jauh dari kata layak. Saat hujan turun, atap rumah bocor. Dinding yang rapuh membuat keluarga kecil itu selalu dihantui rasa cemas.

Dengan kondisi ekonomi yang serba pas-pasan, harapan untuk memiliki rumah layak huni terasa seperti mimpi yang sulit diwujudkan. Suami Elsa hanya bekerja sebagai petani serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu, sementara kebutuhan hidup sehari-hari terus berjalan.

Namun, di tengah keterbatasan itu, harapan akhirnya datang.

Melalui Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni Tahun Anggaran 2025, BAZNAS Kabupaten Pasaman hadir membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarga Elsa.

Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat BAZNAS Kabupaten Pasaman, Irfan Malin Mudo, S.Sos, bersama tim turun langsung melakukan monitoring ke rumah Elsa di Jorong Kampung Paraman Dareh, Nagari Aia Manggih Barat, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Amil Pelaksana sekaligus Koordinator Wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping Hanni Fadillah, S.Pd, Kabag Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Trifa Zahara, SE, penanggung jawab Kantor Digital Salsabilla Hawadina, serta Zaky Danuarta.

Saat tiba di lokasi, rombongan menyaksikan langsung rumah baru milik Elsa yang kini telah berdiri kokoh dan layak ditempati. Rumah yang sebelumnya hanya menjadi angan-angan, kini benar-benar menjadi kenyataan bagi keluarganya.

Dalam program tersebut, BAZNAS Kabupaten Pasaman menyalurkan bantuan sebesar Rp15 juta, sementara total pembangunan rumah mencapai sekitar Rp25 juta. Kekurangan biaya dipenuhi melalui swadaya keluarga berupa kayu, tanah timbunan, dan upah tukang senilai sekitar Rp10 juta.

Melihat rumah barunya, Elsa tak mampu menyembunyikan rasa haru. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.

"Terima kasih kepada Bupati Pasaman dan BAZNAS Kabupaten Pasaman yang telah membantu kami. Rumah layak yang selama ini hanya kami impikan akhirnya bisa kami miliki. Kalau bukan karena bantuan ini, rasanya mustahil bagi kami membangun rumah yang layak karena pekerjaan suami saya hanya petani serabutan," ungkap Elsa.

Suasana kunjungan pun dipenuhi rasa haru ketika tim BAZNAS melihat langsung perubahan kehidupan keluarga penerima manfaat tersebut.

Wali Nagari Aia Manggih Barat, Afdel Haq, S.Pd.I, turut menyampaikan apresiasi atas program tersebut yang dinilai sangat membantu masyarakat kurang mampu.

"Program ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun harapan baru bagi warga kami. Manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Bagi Elsa dan keluarganya, rumah sederhana itu kini bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik. (TL)

Posting Komentar untuk ""Dari Rumah Reyot Menjadi Hunian Layak", BAZNAS Pasaman Hadirkan Harapan Baru Bagi Warga"

Ads :