GARUT,Jejak kriminal.net –
Desa Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikenal sebagai wilayah yang memiliki pemandangan indah dan udara sejuk. Keindahan itu kian lengkap dengan keberadaan gedung kantor pemerintahan desa yang sangat megah, memanjakan mata setiap orang yang datang berkunjung. Namun, kemegahan fasilitas publik tersebut tampak bertolak belakang dengan kondisi riil kehidupan sebagian warganya.
Kenyataan pahit tergambar jelas saat menelusuri wilayah Kampung Sukadana, RW 13/01. Di lokasi tersebut, terlihat pemandangan yang memprihatinkan, ada rumah warga yang kondisinya nyaris roboh. Pemilik rumah mengaku hingga saat ini belum mendapatkan sentuhan bantuan perbaikan, baik dari pemerintah desa, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.
Warga sekitar mengungkapkan, kondisi rumah yang hampir ambruk tersebut bukanlah kasus tunggal. Di wilayah RW 13 saja, tercatat hampir ada tiga rumah lain yang bernasib serupa dan belum mendapat penanganan. Belum lagi jika ditambah dengan rumah-rumah tidak layak huni yang tersebar di wilayah RW lainnya di Desa giriawas.
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa giriawas, Rakka Gilang Andhika, membenarkan adanya alokasi anggaran untuk penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilah) pada tahun anggaran 2025 lalu. Dana bersumber dari Dana Desa sebesar Rp130.000.000.
Menurut penjelasannya, besaran anggaran tersebut hanya mampu menjangkau satu rumah per RW, dengan nilai bantuan per unit mencapai Rp10.000.000. “Memang masih banyak rumah yang belum tersentuh bantuan Rutilah. Apalagi untuk tahun ini, 2026, ada pergeseran prioritas anggaran, jadi Desa Giriawas tidak lagi menganggarkan pos bantuan perbaikan rumah,” ungkap Rakka,"Selasa 12-05-2026
Lewat sambungan telepon WhatsApp Kepala Desa, Deni Sunjani, mengatakan untuk di lokasi RW 13 tahun 2025 baru ke sentuh rutilahu ada satu rumah. Yang satu dari aspirasi dari dewan masih proses.
Di desa giriawas kurang lebih yang sudah di usulkan rutilahu ada 125 rumah, namun dengan keterbatasan anggaran apa lagi di tahun sekarang, hanya cuma menganggarkan untuk satu rumah.
Kondisi ini menimbulkan sorotan tajam di tengah masyarakat, mengingat kontras yang sangat nyata antara fasilitas pemerintahan yang mewah dengan minimnya perhatian pada kebutuhan dasar warga akan tempat tinggal yang layak dan aman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), DPMDes, maupun pihak Dinas terkait lain nya.
(Hendra)


.png)
Posting Komentar untuk "Kontras Menyolok di Giriawas, Garut: Kantor Desa Megah, Rumah Warga di RW 13 Nyaris Roboh Namun Tak Kunjung Dapat Bantuan"