Lagi lagi Di Tapsel SMPN 1 Sayurmatinggi Diduga Potong KIP dan Pungli Pengurusan Uang Sertifikasi Guru

Tapanuli Selatan - jejakkriminal.net

 Korupsi sulit dibasmi karena jabatan bisa dibayar adalah salah satu akar masalah utama yang bersifat sistemik di Indonesia. Fenomena ini menciptakan lingkaran setan di mana pejabat yang mendapatkan jabatannya melalui suap atau "politik uang" cenderung berusaha mengembalikan modal dan mencari keuntungan pribadi melalui tindakan korupsi, Terang Uba Nauli Hasibuan, S.H. Ketua Lembaga Independen Pengawassan Pejabat & Aparatur Negara Sumatera Utara ( LIPPAN-SU). 


Ditambahkan bahwa, masih terngiang di telinga, bahwa baru baru ini ada isu-isu adanya oknum ASN berinisial N yang diduga berperan sebagai “pengepul” uang dari sejumlah guru yang berminat menduduki jabatan kepala sekolah di Lingkungan Dinas Tapanuli Selatan . Nilai uang yang diminta diduga mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta, bahkan disesuaikan dengan jumlah siswa di sekolah tujuan. 

Sebelum tahun 2026 ada salah satu SMP Negeri di Angkola Selatan, karena Kepseknya habis masa jabatan maka diganti oleh guru setempat. Ada juga Sekolah itu Kepseknya berasal dari sekolah lain menjadi Kepala Sekolah di sekolah Angkola Selatan. Kemudian ada lagi SD Negeri di Angkola Timur, namun di Tahun 2026 ini belum juga dilantik defenitip, sementara uang sudah diberikan.


Bermuara dari Prilaku Koruptif dari Oknum Dinas Pendidikan, akibatnya kepala Sekolah pun baik di Tingkat SD dan SMP tak segan-segan melakukan Dugaan Korupsi Dana BOSP bahkan Uang bantuan KIP/PIP pun diolah kepala sekolah agar pihak Kepala Sekolah yang mengambil ke Juru Bayar, dengan maksud untuk mengambil sejumlah uang , akibatnya Siswa hanya menerima sebesar Rp.125 ribu hingga 250,000 di SD Negeri Bukkas Malombu, yang seharusnya diterima Rp.450.000,- per siswa, Bahkan ruang /gedung Sekolah yang rusak ringan terkesan “Tidak diperbaiki”, sementara Dana Pemeliharaan telah dianggarkan di Dana BOS, akhirnya mencuat ke public M. Nst, S.PD selaku Kepseknya pun LENGSER di bulan Mei 2025 lalu, tutur U. Nauli.


Di SMP Negeri 1 Tantom pun Kartu KIP/PIP ditahan kepsek, seharusnya dipegang oleh siswa, sehingga banyak yang tidak mendapat, setelah ketahuan, maka Uang PIP pun dikembalikan Kepala sekolah, kemudian Gedung Sekolah pun tidak dirawat, terang P. Daulay salah satu Tokoh Adat di Tantom yang juga anggota PERS,

Begitu juga di SMP Negeri 1 Sayurmatinggi, Kec. Sayurmatinggi, Kab. Tapanuli Selatan, masih ada Plapon yang rusak yang tidak diperbaiki di TA. 2025 , bahkan di SMP negeri 1 Sayurmatinggi itu, masih ada siswa yang menerima Bantuan KIP/PIP yang diberikan oleh Pihak Sekolah hanya sebanyak Rp. 300.000, saja, yang seharusnya harus diterima Rp.750 ribu, namun siswa lain diberikan Rp.750 ribu, Bila siswa diberikan Kartu PIPnya, namun Kode PIN nya tidak dikasi tahu, terang P. Daulay.


Ironisnya sesuai informasi dari guru – guru yang bertugas di SMP Negeri 1 Sayurmatinggi, Kab. Tapanuli Selatan, bahwa adanya indikasi / Dugaan setiap guru yang sudah Sertifikasi, maka untuk prosesi pencairan ada dikutip uang per setiap guru sebesar Rp.500.000,- per tiga bulan (pencairan) di tahun 2025, namun di tahun 2026 ini dikisaran Rp.50.000,- per bulan (setiap pencairan). Apakah diperbolehkan Mengutip Uang Pengurusan Sertifikasi Guru ?, Dan Apakah Ada perintah dari kadis Pendidikan kab. Tapanuli Selatan untuk melakukan Pengutipan Proses Pencairan Sertifikasi Guru dimaksud ?.


Beberapa kali dijumpai Ibu NURLENA SARI SIREGAR, S.Pd sebagai Kepala SMP NEG.1 SAYURMATINGGI, tidak ada di sekolah, sehingga Surat Konfirmasi dari ALIANSI PERS pun tidak ditanggapi. . 


Mangudut Hutagalung, merasa heran Pemkab Tapsel tiap tahun mendapat Penghargaan dari BPK RI, namun soal Pungli masih banyak dirasakan oleh PNS saat berhubungan dengan Dinas terkait, apalagi mengurus Kepangkatan, baru di Zaman Prabowo jadi Presiden baru agak menurun kurvenya, apakah merasa takut kita tak mengerti, tegas Hutagalung dari Aktifis LIPPANSU. ( UNH. ).

Posting Komentar untuk "Lagi lagi Di Tapsel SMPN 1 Sayurmatinggi Diduga Potong KIP dan Pungli Pengurusan Uang Sertifikasi Guru"

Ads :