SMP Abdurrahman Disorot: 275 Siswa Hanya Ditopang 5 Kelas, Perpustakaan Gabung dengan SMK,perpustakaan jadi gudang tas bekas MBG



GARUT 18 mei 2026, Jejakkriminal.net – Kondisi SMP Islam Abdurrahman menjadi sorotan setelah tim awak media menemukan sejumlah persoalan terkait fasilitas sekolah, ruang belajar, hingga keberadaan tas program MBG yang tersimpan di area perpustakaan sekolah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sekolah dengan jumlah sekitar 275 siswa tersebut dinilai memiliki kondisi bangunan yang kurang terawat. Beberapa fasilitas terlihat kusam, kaca bangunan pecah, serta banyak rumput liar tumbuh di sekitar area sekolah. Selain itu, sejumlah mebel atau perlengkapan belajar tampak sudah tidak layak digunakan.



Saat melakukan penelusuran terkait fasilitas perpustakaan, tim awak media mendapat penjelasan dari seorang guru bagian kesiswaan. Guru tersebut menyebut bahwa perpustakaan SMP masih digabung dengan perpustakaan SMK dalam satu ruangan.

“Iya pak, perpustakaan SMP dan SMK masih satu,” ujar guru kesiswaan saat ditemui di lokasi.

Tim kemudian diajak melihat langsung kondisi perpustakaan tersebut. Di dalam ruangan, awak media menemukan banyak kantong dan tas program MBG yang tersimpan menumpuk di area perpustakaan.

Menurut keterangan guru kesiswaan, tas-tas tersebut merupakan sisa dari program MBG milik siswa yang tidak masuk sekolah.



“Iya pak, ini bekas MBG. Banyak yang tidak masuk sekolah jadi dikumpulin di sini. Kalau tas yang bekas ini nanti dikasihin lagi ke MBG-nya. Jadi tas yang biru ini harus dikasihin lagi ke MBG-nya. Terkait MBG-nya kalau tidak salah MBG Cimurah,” ungkapnya.

Dari keterangan tersebut, tim awak media menilai terdapat sejumlah kejanggalan. Pasalnya, tas program MBG yang disebut telah dibagikan kepada siswa justru dikumpulkan kembali di perpustakaan sekolah untuk dikembalikan ke pihak dapur MBG.

Selain itu, keberadaan tumpukan perlengkapan MBG di ruang perpustakaan juga memunculkan pertanyaan terkait fungsi dan pengelolaan fasilitas pendidikan di sekolah tersebut.

Pada waktu yang sama, tim awak media juga menemui operator sekolah, Asep Sirad, guna meminta klarifikasi terkait jumlah siswa, ruang kelas, hingga fasilitas sekolah.



Asep menjelaskan bahwa jumlah siswa pada tahun 2026 mencapai 275 siswa, sedangkan tahun sebelumnya tercatat sekitar 222 siswa.

“Untuk jumlah siswa tahun 2026 ada 275 siswa, dan tahun 2025 itu 222 siswa. Untuk guru honorer ada 18 orang, kemudian tenaga kependidikan ada dua, satu kepala sekolah dan satu TU,” ujar Asep.

Ia juga membenarkan bahwa perpustakaan SMP masih menggunakan satu ruangan bersama SMK.



“Kalau untuk perpustakaan kebetulan di bawah dan masih satu ruangan dengan SMK,” katanya.

Terkait pengelolaan anggaran buku maupun pengembangan perpustakaan, Asep mengaku tidak mengetahui secara detail karena dirinya hanya fokus pada pengelolaan data siswa sebagai operator sekolah.

“Kalau untuk hal keuangan saya kurang tahu, itu ke bendahara atau kepala sekolah. Saya fokusnya ke data siswa saja,” ucapnya.

Lebih lanjut, Asep menjelaskan bahwa SMP Islam Abdurrahman saat ini baru memiliki lima ruang kelas aktif, sementara jumlah rombongan belajar mencapai 10 rombel dengan total 275 siswa.



“Betul, untuk SMP baru memiliki lima ruang kelas. Lima rombel lainnya ada kelas jauh dan beda desa. Itu masih pengajuan izin operasional dan belum turun izin operasionalnya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa izin operasional SMP dan SMK berbeda, meski fasilitas perpustakaan masih digunakan bersama dalam satu bangunan.

Dari hasil penelusuran dan keterangan sejumlah pihak di lokasi, tim awak media menilai masih terdapat berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian, baik terkait kelayakan fasilitas pendidikan, pengelolaan perpustakaan, hingga dugaan kejanggalan terkait perlengkapan program MBG yang tersimpan di area sekolah.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah SMP Islam Abdurrahman belum memberikan keterangan resmi. Saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp, yang bersangkutan belum memberikan respons atau klarifikasi terkait berbagai temuan tersebut.

(Kabiro jejak kriminal.net Garut)

Posting Komentar untuk "SMP Abdurrahman Disorot: 275 Siswa Hanya Ditopang 5 Kelas, Perpustakaan Gabung dengan SMK,perpustakaan jadi gudang tas bekas MBG"

Ads :