BNNK Tapsel, Aparat, dan Warga Tanobato Sepakat Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba


Padangsidimpuan, Jejakkriminal.net – Pemerintah Kelurahan Tanobato, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, menggelar kegiatan silaturahmi dan musyawarah bersama masyarakat di Kantor Lurah Tanobato, Jumat (05/06/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Padangsidimpuan yang disampaikan dalam apel gabungan pada 3 Juni 2026. Dalam surat undangan resmi yang diterbitkan Kelurahan Tanobato, masyarakat diajak untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memerangi narkoba, menjaga kebersihan lingkungan, serta membahas akses jalan menuju area perkuburan Kelurahan Tanobato di Simarsayang.

Kegiatan silaturahmi dan musyawarah masyarakat tersebut dihadiri langsung oleh Lurah Tanobato, Tahtim Siregar, M.A., beserta jajaran Pemerintah Kelurahan Tanobato. Hadir pula para Kepala Lingkungan (Kepling) I, II, dan III, perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tapanuli Selatan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanobato AIPDA S.P. Lubis, Babinsa Kelurahan Tanobato Sertu Fas Harahap, Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanobato, Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dari tiga lingkungan, Ketua Serikat Tolong Menolong (STM) dari tiga lingkungan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah undangan lainnya yang mewakili berbagai unsur masyarakat.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga kemasyarakatan, dan warga guna mewujudkan Kelurahan Tanobato yang bersih, aman, tertib, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Kepala Kelurahan Tanobato, Tahtim Siregar, M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran masyarakat dalam forum tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap keamanan, kebersihan, dan ketertiban lingkungan.

Menurutnya, kebersihan bukan hanya persoalan fisik semata, tetapi juga memiliki nilai keagamaan yang sangat tinggi.

“Dalam ajaran Islam disebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Lingkungan yang bersih mencerminkan kualitas kehidupan masyarakat dan menjadi wajah dari sebuah kelurahan,” ujarnya.

Selain membahas kebersihan, Tahtim juga menyoroti bahaya narkotika yang menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa Kota Padangsidimpuan saat ini sedang menunjukkan komitmen kuat dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Ia merujuk pada pernyataan tegas Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, S.K.M., M.Kes., yang melalui berbagai platform media sosial menegaskan tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Kota Padangsidimpuan.

Bahkan, Wali Kota disebut telah menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkotika akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Tahtim mengakui bahwa Kelurahan Tanobato pernah dihadapkan pada persoalan narkoba. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kerja sama dan kewaspadaan dalam memutus mata rantai peredaran barang haram tersebut.

“Melalui kerja sama seluruh pihak, kita berharap Tanobato menjadi lingkungan yang aman, tertib, bersih, dan bebas dari narkoba. Jika ada informasi terkait gangguan keamanan maupun dugaan penyalahgunaan narkoba, kami siap menerima laporan bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut hasil musyawarah, pihak kelurahan berencana menyusun kesepakatan bersama secara tertulis yang nantinya akan dipasang di berbagai lokasi strategis agar menjadi pedoman dan pengingat bagi seluruh warga.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK Tapanuli Selatan diwakili Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Nursana Dumaria Sagala, S.K.M.,

Ia menyampaikan salam dari pimpinan BNNK sekaligus menjelaskan berbagai program yang dijalankan Badan Narkotika Nasional dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba.

Menurutnya, BNN tidak hanya bertugas melakukan pemberantasan, tetapi juga memberikan layanan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika.

“BNN hadir sebagai fasilitator. Selain pencegahan dan pemberantasan, kami juga memiliki program rehabilitasi. Bagi pengguna yang memerlukan penanganan, akan dilakukan asesmen terlebih dahulu untuk menentukan bentuk rehabilitasi yang sesuai,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa pengguna dengan kategori ringan hingga sedang dapat menjalani rehabilitasi rawat jalan. Sementara itu, bagi yang membutuhkan rehabilitasi lebih intensif akan dirujuk ke fasilitas rehabilitasi di Kabupaten Deli Serdang.

Biaya rehabilitasi, lanjutnya, pada prinsipnya tidak dipungut biaya, dan keluarga hanya dibebankan biaya transportasi sesuai kebutuhan.

Selain rehabilitasi, BNN juga secara aktif melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba, mulai dari kelompok pengajian ibu-ibu, perkumpulan bapak-bapak, hingga lingkungan pendidikan.

Menurut Nursana, upaya pencegahan harus dimulai sejak usia dini.

“Program pencegahan kami dimulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar materi edukasi bahaya narkoba dapat disampaikan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa BNN tidak dapat bekerja sendiri dalam memerangi narkoba.

“Perang terhadap narkoba membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga keluarga,” ujarnya.

BNN juga mendorong pembentukan kelompok relawan dan jaringan masyarakat anti narkoba di Kelurahan Tanobato sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.

Dalam aspek deteksi dini, BNN membuka peluang pendampingan tes urine bagi individu yang dicurigai terlibat penyalahgunaan narkotika.

Sementara dalam aspek pemberantasan, masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan jaringan narkoba agar dapat dilakukan survei dan tindak lanjut oleh pihak berwenang.

“Dengan koordinasi yang baik dan komunikasi yang intensif, bahaya narkoba dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Selain isu narkoba, persoalan kebersihan lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam forum tersebut.

Seorang tokoh agama dari Lingkungan III menegaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Menurutnya, tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi menyebabkan banjir dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Ia mengeluhkan masih adanya sampah kiriman yang terbawa arus dan menumpuk di sejumlah titik di Kelurahan Tanobato.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengusulkan pemasangan papan peringatan atau plang larangan membuang sampah sembarangan disertai penerapan sanksi bagi pelanggar.

Usulan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah warga yang hadir.

Masyarakat menilai persoalan sampah saat ini harus menjadi prioritas penanganan karena berhubungan langsung dengan kualitas lingkungan dan kesehatan warga.

Perwakilan warga dari Lingkungan II juga meminta adanya kepastian mengenai armada pengangkut sampah yang melayani Kelurahan Tanobato setiap hari agar persoalan sampah dapat ditangani secara optimal.

Dalam sesi diskusi, berbagai elemen masyarakat menyampaikan pandangan dan usulan terkait upaya pencegahan narkoba.

Ketua BKM Al Muhajirin menilai keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting dalam memerangi narkoba karena kelompok usia muda merupakan salah satu yang paling rentan menjadi sasaran penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, warga Lingkungan I berharap hasil sosialisasi tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan dapat diwujudkan dalam langkah-langkah nyata yang dirasakan masyarakat.

Ketua STM Lingkungan I bahkan menyoroti keterkaitan antara penyalahgunaan narkoba dengan persoalan sosial dan ekonomi.

Menurutnya, tingginya angka pengangguran dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong sebagian masyarakat terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.

Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanobato juga mendorong agar edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba dilakukan secara berkelanjutan sehingga kesadaran masyarakat terus meningkat.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanobato, Aipda S.P. Lubis, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku yang diduga terlibat narkoba.

Menurutnya, langkah yang paling tepat adalah menyampaikan informasi kepada pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

“Kami sangat membutuhkan informasi dari masyarakat. Jika ada aktivitas mencurigakan atau dugaan keterlibatan seseorang dalam narkoba, segera laporkan kepada kami,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan dapat mewujudkan Kelurahan Tanobato yang bebas dari narkoba.

Sementara itu, Babinsa Kelurahan Tanobato, Sertu. Fas Harahap, menyampaikan bahwa pihak TNI siap mendukung berbagai kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kepentingan umum.

Ia mencontohkan, apabila terdapat masjid yang membutuhkan fasilitas sumur bor, usulan tersebut dapat disampaikan melalui Babinsa untuk diteruskan kepada komando di tingkat atas guna dipertimbangkan dan direalisasikan sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain membahas kebersihan dan narkoba, forum tersebut juga menyinggung persoalan akses jalan menuju area perkuburan di Lingkungan I Kelurahan Tanobato.

Lurah Tanobato mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan warga Gang Raya maupun warga Kampung Melayu terkait solusi akses menuju lokasi perkuburan.

Ia berharap pembahasan tersebut dapat menghasilkan kesepahaman bersama sehingga kebutuhan masyarakat terkait akses jalan dapat terwujud dengan baik.

Menutup kegiatan, Lurah Tanobato menegaskan bahwa isu kebersihan, keamanan, dan pencegahan narkoba bukanlah agenda sesaat, melainkan tanggung jawab jangka panjang yang memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai kearifan lokal, budaya gotong royong, dan semangat kebersamaan yang dimiliki masyarakat Tanobato merupakan modal besar dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Melalui forum tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmen untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, memberantas peredaran narkoba, menekan angka kriminalitas, serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan semangat “War on Drugs” atau perang terhadap narkoba, warga Kelurahan Tanobato berharap seluruh program yang telah dibahas dapat diwujudkan secara nyata dan berkelanjutan.

“Kami masyarakat Tanobato, siap memberantas narkoba di kelurahan Tanobato, Kelurahan Tanobato mantap,” menjadi yel-yel tekad bersama yang mengemuka dalam musyawarah tersebut. (AHN)

Posting Komentar untuk "BNNK Tapsel, Aparat, dan Warga Tanobato Sepakat Perkuat Gerakan Pencegahan Narkoba"

Ads :