GARUT,jejak kriminal.net– Pengerjaan paving blok di Kampung Karacak, RT 02, RT 03, RT 04 dan RT 06, RW 09, Kelurahan Kota Kulon, Kabupaten Garut, menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang disebut berasal dari dana aspirasi Partai Hanura tersebut hingga kini belum terlihat dilengkapi papan informasi kegiatan di lokasi pekerjaan.
Saat tim media melakukan peninjauan ke lokasi pada Jumat (12/6/2026), pekerjaan masih berlangsung. Namun, tidak ditemukan papan informasi yang memuat keterangan proyek, termasuk nilai anggaran, volume pekerjaan maupun pelaksana kegiatan.
Salah seorang warga sekaligus Ketua RT 05, Adir, mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai anggaran kegiatan tersebut.
"Yang saya tahu ini bantuan aspirasi Partai Hanura. Pelaksananya Pak Doni, aspirasi dari Partai Hanura Ibu Lela," ujarnya.
Ketika mengajak tim media berkeliling lokasi pembangunan, ditemukan sejumlah area halaman rumah pribadi yang turut dipasang paving blok.
Menanggapi hal tersebut, Adir menjelaskan bahwa menurut informasi yang diterimanya, pemasangan paving blok di halaman rumah warga diperbolehkan oleh pelaksana.
"Iya, terkait paving blok di halaman pribadi bisa, tidak apa-apa, diperbolehkan. Di halaman orang juga bisa, katanya Pak Doni. Pokoknya paving blok harus habis. Kalau terkait anggarannya saya kurang tahu, coba tanya ke Pak RW," katanya.
Selanjutnya, tim media menemui Ketua RW 09, Agus Somadid, guna melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Menurut Agus, bantuan tersebut memang berasal dari aspirasi Partai Hanura dan pelaksana kegiatan adalah Doni Ramadan.
"Betul, bantuan ini dari Partai Hanura. Untuk pelaksanaannya Pak Doni. Beliau asli orang Banyuresmi dan sering ke sini," ujar Agus.
Ia menjelaskan, penerima manfaat kegiatan tersebut berada di wilayah RT 02, RT 03, RT 04 dan RT 06 RW 09.
Terkait pemasangan paving blok di halaman rumah pribadi, Agus menyebut hal tersebut diperbolehkan oleh pelaksana selama mendapat izin dari pemilik rumah.
"Kalau ke halaman rumah untuk kegiatan ya tidak apa-apa katanya. Sudah izin dari yang punya rumah dan Pak Doni juga mengizinkan," jelasnya.
Mengenai besaran anggaran proyek, Agus mengaku tidak mengetahui secara pasti karena dirinya tidak menerima ataupun mengelola anggaran tersebut.
"Kalau terkait anggaran saya tidak menerima uang berapa pun. Saya tidak tahu berapa anggaran yang disediakan. Kami hanya mengerjakannya secara swadaya dan gotong royong," katanya.
Agus juga menjelaskan bahwa sebagian pekerja berasal dari warga setempat yang menerima upah harian.
"Kalau tidak salah, kemarin pekerja warga diberi upah Rp700 ribu untuk tujuh hari kerja, berarti sekitar Rp100 ribu per hari. Pekerjaan ini sudah berjalan hampir 11 hari," ungkapnya.
Terkait tidak adanya papan informasi proyek, Agus mengaku dirinya juga tidak mengetahui kewajiban pemasangan papan tersebut.
"Betul belum ada papan informasi. Saya juga tidak tahu soal itu. Saya hanya penerima manfaat. Yang saya tahu anggaran ini untuk pekerjaan sekitar 400 meter," katanya.
Lebih lanjut, Agus mengungkapkan bahwa sebelum pelaksanaan pekerjaan tidak ada musyawarah ataupun sosialisasi khusus kepada masyarakat.
"Tidak ada musyawarah dan tidak ada sosialisasi. Tapi pihak kelurahan mengetahui kegiatan ini karena sudah dilaporkan. Bahkan ada staf kelurahan yang datang melakukan monitoring. Informasinya pekerjaan sudah sekitar 60 persen dan target pengerjaan hanya dua minggu," ujarnya.
Sementara untuk seluruh kebutuhan material seperti pasir dan paving blok, Agus menyebut semuanya disediakan oleh pihak pelaksana.
"Masalah bahan seperti pasir dan paving blok semuanya dari mereka. Kami hanya sebagai penerima manfaat," katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV maupun pelaksana kegiatan, Doni Ramadan, belum memberikan keterangan resmi terkait besaran anggaran, mekanisme pelaksanaan pekerjaan, maupun tidak adanya papan informasi proyek di lokasi kegiatan.
(A.DINATA KABIRO JEJAKKRIMINAL.NET GARUT)








.png)
Posting Komentar untuk "Pengerjaan Paving Blok Aspirasi Partai Hanura di Kota Kulon Jadi Sorotan, Warga dan RW Mengaku Tak Tahu Besaran Anggaran diduga minimnya papaninformasi di lokasi kegitan"