Bukittinggi - Hampir di seluruh SPBU Sumatera Barat mengalami krisis BBM yang bersubsidi, bahkan untuk mendapatkannya harus mengantri berjam-jam.
Dari pantauan langsung oleh awak media jejakkriminal.net di lokasi SPBU Gaduik Agam, SPBU Garegeh batas Kota Bukittinggi, sampai Payakumbuh dan Limapuluh Kota terlihat antrean panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM jenis Solar maupun Pertalite (bersubsidi), Selasa 14/07/2026.
Antrean panjang kendaraan sampai satu kilo meter (KM), dan antrean tersebut membuat kemacetan kendaraan lain yang melintasi jalan tersebut.
Dilokasi SPBU Garegeh batas Kota Bukittinggi Sumatera Barat, awak media mewawancarai seorang sopir truk pendistribusian bahan pokok atau klontong yang sedang mengantri BBM jenis Solar," Randy (30) mengatakan kepada awak media sudah hampir 2 jam saya antri untuk mendapatkan minyak Solar, jadi keterlambatan pengantaran sembako menuju Pasaman Barat terkendala dan terlambat,"ucapnya.
Randy juga menjelaskan bahwasanya bukan hanya daerah Bukittinggi, Agam maupun Payakumbuh saja yang sulit untuk mendapatkan minyak Solar, bahkan saya melihat hampir seluruh Sumatera Barat, Pasaman, Pasaman Barat, Padang, Pesisir, bahkan bisa dibilang seluruh Sumatera Barat," terangnya.
Kami berharap kepada Pemerintah Daerah maupun pusat untuk mengambil tindakan serta dapat mengatasi sulitnya mendapatkan BBM jenis Solar maupun Pertalite di wilayah Sumatera Barat ini. Apabila minyak lancar dan tidak sulit mendapatkannya,maka pendistribusian bahan-bahan pokok keperluan masyarakat akan lancar juga sampai tujuan," pungkasnya.
(Mtj)


.png)
Posting Komentar untuk "Kelangkaan BBM Bersubsidi Sangat Memperhatinkan di Wilayah Sumatera Barat "