Modal Ratusan Juta Mandek, Program Ketapang BUMDes Cikareo Selatan Disorot?


Sumedang/Jejak kriminal.net – Tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, kini tengah menjadi sorotan tajam publik. 

Lembaga usaha desa yang semestinya mendongkrak perekonomian Masyarakat tersebut dinilai mati suri dan disinyalir sarat penyimpangan, setelah modal ratusan juta rupiah yang dikucurkan dipastikan tanpa hasil.

Berdasarkan data yang dihimpun, total modal yang telah digelontorkan untuk BUMDes ini terbilang fantastis. Pada tahun 2025 saja, anggaran Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang dialokasikan dari Dana Desa menelan biaya lebih dari Rp200 juta. 



Angka tersebut belum termasuk penyertaan modal awal di masa kepemimpinan Kepala Desa saat ini yang mencapai lebih dari Rp100 juta.

Mirisnya, investasi jumbo tersebut sama sekali belum mampu menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Cikareo Selatan, Tika Latikah, S.Pd., saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Selasa (30/06/2026), tidak menampik mandeknya produktivitas BUMDes tersebut. Ia mengakui bahwa selama masa jabatannya, lini usaha yang dikelola selalu berujung zonk.



"Memang benar sejak saya menjabat sebagai Kades, usaha yang dikelola BUMDES belum membuahkan hasil. Awalnya usaha pengepulan sampah, kemudian yang sedang berjalan saat ini adalah usaha budidaya ikan sebagai program ketahanan pangan," ujar Tika.

Kades Tika mengaku bingung menyusun laporan pertanggungjawaban karena nihilnya kontribusi sektor ini terhadap PADes. Kendati demikian, ia justru berdalih dan melempar asumsi bahwa kondisi serupa juga dialami oleh desa-desa lain di wilayah Kecamatan Wado.

Dugaan penyimpangan kian menguat setelah penelusuran lapangan mengungkap adanya indikasi konflik kepentingan.

Lokasi budidaya ikan yang menjadi inti dari Program Ketapang tersebut ternyata berdiri di atas kolam milik keluarga Kepala Desa.

"Kolam ini milik keluarga Bu Kades. kemungkinan lahan ini statusnya disewa," ungkap seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Saat dikonfirmasi ulang mengenai legalitas dan transparansi anggaran sewa lahan kolam milik keluarganya tersebut, Kades Tika menunjukkan sikap tidak acuh dan enggan membeberkan rincian anggaran.

"Untuk sewa lahan kolam ikan per tahun, nilainya saya lupa. Harus membuka data terlebih dahulu," kelit Tika, menghindari pertanyaan awak media.

Sampai berita ini di publikasikan ketua Bumdes dan ketua BPD belum memberikan tanggapan resmi.


(Kaperwil Hendra) 

Posting Komentar untuk "Modal Ratusan Juta Mandek, Program Ketapang BUMDes Cikareo Selatan Disorot?"

Ads :