BUKITTINGGI, Jejak Kriminal.net -- Pelayanan donor dan transfusi darah di RSUD Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi kini didukung fasilitas modern dan peralatan berteknologi tinggi.
Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Direktur RSAM Bukittinggi, drg. Busril, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 15 Juli.
Salah satu perangkat unggulan yang kini dimiliki RSAM adalah CLIA atau _Chemiluminescent Immunoassay Analyzer_ senilai lebih dari Rp1 miliar. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi berbagai penyakit infeksi pada pendonor sebelum darah ditransfusikan kepada pasien.
"Pelayanan transfusi darah bukan sekadar menyediakan stok darah, tetapi bagaimana memastikan darah yang diberikan kepada pasien benar-benar aman. Karena itu, setiap darah donor harus melalui serangkaian pemeriksaan laboratorium menggunakan peralatan yang memenuhi standar pelayanan transfusi darah," ujar drg. Busril.
Teknologi CLIA memiliki tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang sangat tinggi. Dengan begitu, keamanan darah donor dapat dipastikan sebelum digunakan untuk kebutuhan medis.
Melalui teknologi ini, darah donor dapat disaring dari berbagai penyakit infeksi yang berpotensi menular melalui transfusi, antara lain HIV-1 dan HIV-2, Hepatitis B (HBsAg), Hepatitis C (Anti-HCV), serta Sifilis yang disebabkan bakteri _Treponema pallidum_.
Proses pemeriksaan dilakukan secara otomatis sehingga hasilnya lebih cepat, akurat, dan dapat meminimalkan potensi kesalahan manusia.
Lebih lanjut, drg. Busril menegaskan setiap kantong darah donor wajib menjalani proses uji saring penyakit infeksi sesuai standar pelayanan transfusi darah nasional.
"Seluruh proses dilakukan secara ketat sesuai.
(Zlk)


.png)
Posting Komentar untuk "RSAM Bukittinggi Miliki Alat CLIA Rp1 Miliar, Keamanan Darah Donor Lebih Terjamin"