Deli Serdang , jejakkriminal.net-
Di tengah kekhawatiran meningkatnya persoalan kenakalan remaja, pembinaan karakter anak tidak cukup hanya mengandalkan slogan. Pendidikan agama di tingkat desa membutuhkan ruang belajar, fasilitas, pendampingan, sekaligus keterlibatan nyata masyarakat.
Pesan itulah yang coba ditegaskan Pengurus DPD PERISAI Prabowo Deli Serdang melalui penyaluran wakaf Al-Qur’an ke sejumlah tempat kegiatan mengaji di beberapa desa Di Kabupaten Deli Serdang , Deli Serdang, Jum'at (14/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program pemerintah Kabupaten dengan program Deli Serdang Mengaji. Al-Qur’an disalurkan ke sejumlah lokasi yang selama ini menjadi tempat anak-anak belajar mengaji, baik di rumah ustadz dan ustadzah maupun di musallah serta masjid.
Wakaf tersebut didukung Rumah Syamil, Sahabatku Alquran, serta sejumlah donatur lainnya.
Namun, di balik kegiatan sosial itu ada persoalan yang jauh lebih besar, sejauh mana program keagamaan di desa benar-benar mampu menjawab tantangan pembinaan generasi muda?
Sebab, membagikan Al-Qur’an hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan anak-anak memiliki akses belajar agama secara rutin, memiliki guru yang memadai, serta mendapatkan lingkungan sosial yang mendukung pembentukan karakter.
Ketua PERISAI PRABOWO Deli Serdang, Indrawan, S.Pd.I mengatakan keterlibatan PERISAI PRABOWO merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Program Deli Serdang Mengaji sangat baik dan perlu didukung seluruh elemen masyarakat. Pendidikan agama menjadi salah satu pondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujar Indrawan.
Menurutnya, penguatan pendidikan agama semakin penting ketika anak-anak dan remaja menghadapi berbagai pengaruh negatif di lingkungan sosial.
Di titik inilah program Deli Serdang Mengaji diuji. Program tersebut tidak boleh berhenti pada kegiatan pembagian Al-Qur’an atau seremoni keagamaan. Jika ingin melahirkan “Generasi Emas”, pemerintah dan masyarakat harus memastikan program berjalan konsisten, terukur, dan menyentuh kebutuhan nyata anak-anak di tingkat desa.
Bendahara PERISAI PRABOWO Deli Serdang, Sutrisno, mengatakan penyaluran wakaf merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan pendidikan keagamaan anak-anak.
“Ini bentuk nyata kepedulian PERISAI PRABOWO dalam membangun generasi anak-anak yang berlandaskan agama serta memiliki bekal untuk membentengi diri dari perilaku negatif,” katanya.
Sejumlah pengurus PERISAI PRABOWO juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah membantu menyediakan Al-Qur’an untuk disalurkan kepada masyarakat.
Jangan Berhenti di Simbol
Yang lebih penting dari kegiatan ini adalah keberlanjutan.
Wakaf Al-Qur’an akan memberikan dampak besar jika benar-benar digunakan dalam proses pembelajaran. Karena itu, sinergi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah desa, BPD, tokoh agama, pengajar mengaji, orang tua, organisasi masyarakat, dan para donatur perlu diperkuat.
DPD PERISAI PRABOWO Deli Serdang berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan. Bukan sekadar memperbanyak jumlah Al-Qur’an yang disalurkan, tetapi juga memperkuat ekosistem pendidikan agama di desa.
Sebab, generasi muda tidak cukup hanya diberi buku untuk dibaca. Mereka juga membutuhkan teladan untuk ditiru, lingkungan untuk bertumbuh, dan pendampingan agar nilai-nilai yang dipelajari benar-benar menjadi perilaku.
Karena itu, ukuran keberhasilan Deli Serdang Mengaji semestinya bukan berapa banyak Al-Qur’an yang dibagikan, melainkan seberapa jauh program tersebut mampu membentuk karakter anak, memperkuat moral keluarga, dan menekan berbagai persoalan sosial yang mengancam masa depan generasi muda.
Di situlah program ini akan benar-benar bermakna—bukan sekadar menjadi agenda pemerintah, tetapi menjadi gerakan masyarakat yang hidup dari desa ke desa.
.png)



Posting Komentar untuk " DPD PERISAI PRABOWO Deli Serdang Bergerak, Wakaf Al-Qur’an Jangan Berhenti Jadi Seremonial"