GARUT — JEJAKKRIMINAL.NET — Tumpukan sampah yang berada di sekitar depan dan samping sekolah serta Kantor Desa Cijolang, Kecamatan Blubur Limbangan, Kabupaten Garut, dikeluhkan warga.
Selain menimbulkan bau menyengat, keberadaan tumpukan sampah tersebut dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan, aktivitas belajar siswa, serta menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kebersihan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima para siswa.
Berdasarkan pantauan tim awak media di lokasi pada Rabu (30/9/2026), terlihat tumpukan sampah yang didominasi sampah rumah tangga, plastik, hingga sisa makanan.
Sampah tersebut tampak menumpuk di lahan yang berada di sekitar fasilitas pendidikan dan pusat pemerintahan desa. Di lokasi tersebut juga disebut belum tersedia tempat penampungan sampah yang layak.
Kondisi itu membuat lingkungan sekitar terlihat kumuh dan dikhawatirkan menimbulkan persoalan kebersihan apabila tidak segera ditangani.
“Sudah lama menumpuk, baunya masuk ke kelas kalau angin kencang. Kasihan anak-anak sekolah,” ujar salah seorang warga Cijolang yang yang enggan di sebutkan namanya, Rabu (30/9/2026).
Warga menyebut belum adanya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang layak di sekitar lokasi menjadi salah satu persoalan. Kondisi tersebut diduga membuat sebagian warga memilih membuang sampah di lahan kosong yang tersedia.
Keberadaan tumpukan sampah di sekitar fasilitas pendidikan dan kantor pemerintahan desa pun menjadi perhatian warga.
Mereka berharap pemerintah desa dapat segera mengambil langkah konkret, bukan hanya melakukan pengangkutan sampah, tetapi juga menyiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih permanen.
Untuk memperoleh konfirmasi, tim awak media kemudian mendatangi Kantor Desa Cijolang.
Saat hendak melakukan wawancara, perangkat desa menyampaikan bahwa kepala desa dan Sekretaris Desa sedang tidak berada di kantor.
“Pak kades sareng pak sekdes teu aya, nuju kaluar,” ujar salah seorang perangkat desa.
Namun, ketika tim awak media hendak meminta keterangan lebih lanjut kepada perangkat desa,tidak ada perangkat yang bersedia untuk di wawancara.
Tim awak media kemudian menghubungi Kepala Desa Cijolang melalui WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait keberadaan tumpukan sampah di sekitar kantor desa.
Kepala Desa Cijolang menjelaskan bahwa selama ini pengangkutan sampah dilakukan menggunakan jasa mobil pengangkut sampah milik kecamatan.
“Adapun untuk sampah yang di dekat kantor desa kita sampai saat ini masih menggunakan jasa mobil angkut sampah kecamatan,” jelas Kepala Desa Cijolang melalui WhatsApp.
Menurutnya, kendala yang dihadapi pemerintah desa khususnya di wilayah RW 1 atau sekitar kantor desa adalah sulitnya mencari lahan untuk tempat penyimpanan sementara.
“Kendalanya khusus untuk di RW 1/dekat desa kita susah mencari lahan untuk penyimpanan sementara,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sampah yang berada di lokasi tersebut tidak dimaksudkan untuk ditumpuk dalam waktu lama.
“Dan sampah tersebut pun disimpan di lokasi itu hanya satu hari setiap akan diangkut oleh mobil sampah kecamatan,” ujarnya.
Meski pemerintah desa menyebut sampah di lokasi tersebut hanya disimpan sementara sebelum diangkut, warga berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada pengangkutan sampah semata.
Warga mendorong Pemerintah Desa Cijolang untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang lebih terencana, termasuk mempertimbangkan penyediaan TPS 3R, pengaktifan bank sampah, serta sistem pengangkutan yang lebih rutin.
Terlebih, lokasi tumpukan sampah berada tidak jauh dari lingkungan sekolah dan kantor desa.Warga berharap pemerintah desa bersama pihak sekolah dan pemerintah kecamatan dapat duduk bersama mencari solusi agar persoalan sampah tidak terus berulang.
Kebersihan lingkungan sekitar sekolah dan kantor pemerintahan dinilai penting, bukan hanya demi kenyamanan warga, tetapi juga untuk menjaga lingkungan belajar siswa tetap sehat dan bersih.
( A.Dinata )





.png)



Posting Komentar untuk "Tumpukan Sampah di Depan Sekolah dan Kantor Desa Cijolang Dikeluhkan Warga, Bau Masuk Kelas hingga Ganggu Lingkungan"