BUMDes Sukaratu Garut Disorot: Modal Tiga Tahun Digelontorkan, Manfaat Ekonomi Diragukan Warga


GARUT, Jejak Kriminal.net — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Sukaratu, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Keberadaan lembaga penggerak ekonomi desa tersebut dinilai kurang transparan dan belum memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan warga setempat.

Sorotan ini mencuat setelah pihak desa mengakui adanya suntikan dana modal yang digelontorkan secara bertahap selama tiga tahun anggaran berturut turut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Sekretaris Desa Sukaratu, Yosep, di ruang kerjanya pada Selasa (03/11/2026), BUMDes Sukaratu telah menerima gelontoran dana penyertaan modal sebanyak tiga kali.



Tahun 2023, Pemerintah desa menggelontorkan dana modal awal sebesar Rp50 juta, lalu di tahun 2024 Rp10 juta dialokasikan belanja unit usaha.

Tahun 2025, Anggaran difokuskan pada sektor ketahanan pangan melalui dua kegiatan utama, yakni budidaya ikan nila dan pembangunan saluran irigasi tersier.

Dari serangkaian unit usaha tersebut, Yosep mengklaim bahwa BUMDes Sukaratu berhasil menyumbang Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp8 juta.



Saat dikonfirmasi secara terpisah, Direktur BUMDes Sukaratu, Ujang Juhari, tidak dapat membeberkan rincian penggunaan anggaran maupun laporan keuangan secara mendalam. Ia berdalih lupa akibat faktor usia.

"Untuk detail dari penggunaan dana sampai pendapatan dari BUMDes, saya lupa karena faktor usia mungkin. Untuk catatan laporan sudah dilaporkan, ada di Pak Sekdes," tandas Ujang.

Di sisi lain, pengakuan pihak pengelola bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Sejumlah warga Desa Sukaratu yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja BUMDes yang dinilai pasif.

Menurut warga, BUMDes Sukaratu seolah-olah hanya ada dan berjalan secara seremonial di atas kertas tanpa wujud yang nyata dirasakan oleh publik.

"Yang seharusnya BUMDes menjadi penggerak ekonomi desa, namun manfaatnya pun masih dipertanyakan. Siapa saja masyarakat yang sudah merasakannya?" ungkap warga dengan nada tanya.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan desa, khususnya BUMDes yang menggunakan dana publik. 

Posting Komentar untuk "BUMDes Sukaratu Garut Disorot: Modal Tiga Tahun Digelontorkan, Manfaat Ekonomi Diragukan Warga"


Ads :