Ratusan Juta Mengalir BUMDes Campaka, Kepala Desa Akui Anaknya Pingpin BUMDes

GARUT, Jejak kriminal.net — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) idealnya menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat tingkat desa. Namun, realita di lapangan kerap menunjukkan hal sebaliknya; tidak sedikit BUMDes yang berujung gulung tikar akibat tata kelola yang buruk.

Persoalan efektivitas alokasi anggaran, transparansi kepengurusan, dan potensi benturan kepentingan kini mengemuka di Desa Campaka, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut.



Kepala Desa Campaka, Ade Kamalidin, yang didampingi Asep, membeberkan rekam jejak penyertaan modal serta alokasi anggaran BUMDes saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Rabu (4/11/2026).

Berdasarkan pemaparannya, pengucuran modal BUMDes Desa Campaka telah berlangsung beberapa kali. Penyertaan Modal Awal, Anggaran Rp50 juta dialokasikan untuk usaha sapu ijuk. Namun, Ade secara terbuka mengakui unit usaha ini telah gulung tikar.


Tahun 2021: Anggaran Rp42 juta dialokasikan untuk sewa lapang tenis meja.
Tahun 2022–2023, Anggaran lebih dari Rp200 juta dialokasikan untuk pembelian tanah di Kampung Babakan Jaya.

Untuk Tahun 2025 program Ketahanan Pangan, Anggaran sebesar Rp321 juta difokuskan pada program pembesaran ikan dan budidaya tanaman hidroponik.

Ade mengklaim BUMDes Campaka telah memberikan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) sebesar Rp25 juta.
Menurut keterangan Ade, hasil kontribusi tersebut dialokasikan kembali untuk menopang berbagai kegiatan sosial warga.

"Hasilnya itu digunakan untuk operasional kalau ada warga yang sakit buat ke rumah sakit, acara hari besar, dan lain-lain," ujar Ade Kamalidin.

Isu tata kelola BUMDes Campaka kian menyedot perhatian terkait struktur kepengurusannya. Ade tidak menampik bahwa Jabatan Direktur BUMDes saat ini dipegang oleh putri kandungnya sendiri, Winda.

Saat dikonfirmasi mengenai potensi benturan kepentingan (conflict of interest) tersebut, Ade menegaskan bahwa penunjukan anaknya telah melewati mekanisme desa.

"Benar Ketua BUMDes anak saya, namun itu hasil musyawarah kesepakatan bersama," tegas Ade.

Meskipun dana BUMDes telah disalurkan untuk kegiatan sosial insidental, masyarakat Desa Campaka menaruh harapan mendasar agar tata kelola BUMDes dilakukan secara lebih profesional dan transparan.

Masyarakat berharap penyertaan modal ratusan juta rupiah tersebut benar benar menghasilkan unit usaha yang produktif dan berkelanjutan, serta mampu membuka lapangan kerja baru bagi warga lokal guna menggerakkan roda ekonomi desa secara riil.


Posting Komentar untuk "Ratusan Juta Mengalir BUMDes Campaka, Kepala Desa Akui Anaknya Pingpin BUMDes"


Ads :