KERINCI , Jejakkriminal.Net – Mega proyek pembangunan jalan Inpres link Batu Hampar – Sungai Betung – Siulak Deras di Kabupaten Kerinci yang menelan anggaran Rp28 miliar kembali menuai sorotan tajam. Proyek yang bersumber dari dana APBN Instruksi Presiden (Inpres) tersebut diketahui telah habis masa kontrak, namun aktivitas pengaspalan masih terus dilakukan di lapangan Jum'at (9/1/2026)
Pantauan media ini, sejumlah titik ruas jalan terlihat dihampar aspal saat kondisi hujan, sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap mutu pekerjaan. Secara teknis, pengaspalan dalam kondisi basah dinilai berpotensi menurunkan daya rekat aspal dan mempercepat kerusakan jalan.
Rugandi DPT, aktivis Kerinci mengungkapkan, pekerjaan terkesan dipaksakan demi mengejar penyelesaian proyek.
“Kami melihat aspal tetap dihampar walaupun hujan. Kalau kualitasnya buruk, yang rugi masyarakat dan negara,” ujarnya.
Proyek ini sebelumnya juga telah beberapa kali menjadi sorotan publik dan media karena dugaan cacat mutu, bahkan di beberapa bagian jalan ditemukan penghamparan aspal yang tidak merata serta adanya pembongkaran ulang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait pengaspalan pasca habis masa kontrak, termasuk apakah terdapat perpanjangan waktu (addendum) atau sanksi yang akan dikenakan.
Masyarakat berharap aparat pengawas, konsultan pengawas, serta pihak berwenang dapat bertindak tegas dan memastikan proyek jalan Inpres tersebut dikerjakan sesuai spesifikasi teknis, agar tidak menimbulkan kerugian negara dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
(Andol jmb)




.png)
Posting Komentar untuk "Mega Proyek Jalan Inpres Rp28 Miliar di Kerinci Disorot, Aspal Tetap Dihampar Meski Diguyur Hujan"