Landak, jejakkriminal.net-
Lagi-lagi Proyek P3-TGAI kembali bermasalah. Kali ini terjadi di Ranah P3A Timawang Hilir Desa Amboyo Utara Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak.
Lewat bisik-bisik, petani setempat mengungkapkan, disini realisasi paket basah kuyup irigasi, sudah tiga kali ganti pekerja. Pelaksananya juga bukan Gapoktani tetapi dihandle oleh pihak ketiga.
Kalau cerita kualitas, lanjutnya, sangat jauh sekali mas. Malah kondisi fisik bangunannya banyak retak dan pecah-pecah. Bahkan ada juga yang hampir roboh. " Mutunya jelek dan hancur mas, " ucapnya jujur.
Masyarakat sekitar yang ikut nimbrung disitu mengatakan, pekerjaannya menyimpang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. " Realisasinya tak can bang. Asal-asalan, " ujar warga setempat.
Ia juga heran dengan personil pendamping yang dibayar 50 persen dari total anggaran, sepertinya percuma. " Katanya BWSK 1 itu banyak orang tehnik, bahkan dibayar gede, kok pekerjaannya kayak gini, ndak karuan, " terangnya.
Warga tadi meminta agar proyek P3-TGAI ini diteliti ulang dan di audit kembali oleh BPK RI. Mubajir uang negara dikucurkan miliaran rupiah, hasilnya tidak karuan. Sia-sia dong uang rakyat.
(Red/Tim)



.png)
Posting Komentar untuk "Proyek P3-TGAI di Timawang Hilir Menuai Polemik di Kalangan Masyarakat dan Petani"