Pemborong Jembatan Aek Batahan Belum Menanggungjawabi Patahnya Jembatan Langgune



Pemborong Jembatan Aek Batahan Belum Menanggungjawabi Patahnya Jembatan Langgune

Mandailing Natal | jejakkriminal.net

Sudah 3 (Tiga) Minggu berlalu, pasca Patahnya Jembatan Langgune yang diduga terjadi akibat beratnya muatan mobil trailer dengan Nomor Polisi B.9246.UVZ yang sedang mengangkut Pipa Baja Karbon milik PT.BKN, pada kamis (15/1/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Perusahaan Kontraktor Pelaksana Proyek Pembangunan Jembatan Aek Batahan Kabupaten Mandailing Natal itu belum menunjukkan itikad baiknya untuk melakukan perbaikan maksimal atas Patahnya Jembatan Langgune yang berada di Akses Lintas Nasional Jalan Natal-Batahan itu.

Menurut keterangan warga setempat, mobil trailer itu tampak seperti kelebihan muatan, bahkan kondisi jembatan dan statusnya tidak layak dilalui oleh mobil bermuatan diatas 50 Ton seperti itu, namun pihak perusahaan saat itu terkesan telah memaksakan melewatinya hingga telah mengakibatkan Patahnya Jembatan itu bahkan telah membuat lumpuhnya Akses jalan Natal-Batahan.

Jembatan Langgune itu kini hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, sehingga masyarakat telah banyak keberatan karena terhambat untuk mengangkut hasil panen kebunnya.

Ruginya para petani sekitar diakibatkan karena bertambahnya biaya angkut Buah Sawitnya menuju Pabrik gegara jembatan itu tak bisa lagi dilewati oleh mobil roda empat keatas, apalagi dalam keadaan bermuatan.

Berita peristiwa Patahnya Jembatan Langgune ini telah Viral di sejumlah Media Sosial sejak tanggal 15 Januari itu, beragam komentar netizen di Medsos, dan kebanyakan netizen meminta kepada Perusahaan Pemilik muatan Mobil Trailer itu agar secepatnya memperbaiki kembali jembatan itu hingga bisa dilewati kembali oleh mobil truk bermuatan sebagaimana mestinya, dan jangan menunda-nunda waktu lagi.


Dengan kondisi ini, masyarakat sangat kecewa terhadap pihak perusahaan yang telah mengakibatkan Patahnya Jembatan ini, apalagi sudah 3 Minggu lamanya pihak perusahaan tersebut tidak juga memperbaiki jembatan itu sebagaimana mestinya.

Kekecewaan masyarakat bukan hanya karena akses jalan yang lumpuh, tetapi juga karena meruginya masyarakat secara perekonomian.

Masyarakat berharap kepada pihak Pemerintah terkait agar turut meminta pertanggungjawaban kepada pihak perusahaan yang bersangkutan, Patahnya Jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat umum ini bukan karena jembatan yang tidak kokoh, tetapi jelas karena kelas jalan dan jembatan yang tidak layak dilewati oleh mobil truk bermuatan 30 ton keatas yang saat terkesan dipaksakan oleh pihak perusahaan, dan akhirnya jembatan itu jadi patah. (Ali Martua)

Posting Komentar untuk "Pemborong Jembatan Aek Batahan Belum Menanggungjawabi Patahnya Jembatan Langgune"

Ads :