Kerinci, jejakkriminal.Net – Antrean nasabah di sejumlah kantor layanan Bank Jambi dilaporkan membludak dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini terjadi pasca dugaan gangguan sistem yang disebut-sebut berkaitan dengan serangan siber, sehingga proses transaksi, khususnya penarikan dana, harus dilakukan secara manual.
Pantauan di lapangan menunjukkan nasabah harus menunggu cukup lama untuk melakukan transaksi. Banyak di antara mereka mengaku datang sejak pagi hari demi mendapatkan antrean lebih awal. Penarikan dana secara manual dinilai memperlambat proses pelayanan karena membutuhkan verifikasi tambahan oleh petugas bank.
Sejumlah nasabah mengeluhkan situasi tersebut karena aktivitas perbankan mereka menjadi terhambat. Bahkan, sebagian nasabah harus kembali lagi keesokan harinya karena antrean yang terlalu panjang.
Menanggapi kondisi itu, sejumlah aktivis menilai pimpinan Bank Jambi kurang sigap dalam mengambil langkah cepat untuk mengurai antrean dan memulihkan pelayanan kepada masyarakat.
“Seharusnya manajemen bisa segera mengambil inisiatif, misalnya menambah loket pelayanan, memperpanjang jam operasional, atau membuka layanan alternatif agar antrean tidak terus menumpuk,” ujar salah satu aktivis yang turut menyoroti kondisi tersebut.
Menurutnya, situasi seperti ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan nasabah, tetapi juga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.
Ia juga mendorong agar manajemen Bank Jambi segera memberikan penjelasan resmi kepada publik terkait gangguan yang terjadi serta langkah-langkah yang sedang dilakukan untuk menormalkan kembali sistem layanan.
“Transparansi sangat penting agar masyarakat tidak berspekulasi. Selain itu, perlu ada solusi cepat agar nasabah tidak terus dirugikan oleh situasi ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan sistem yang memicu antrean panjang di sejumlah kantor layanan tersebut.
(Andol jmb)



.png)
Posting Komentar untuk "Antrean Membludak di Bank Jambi, Aktivis Nilai Pimpinan Kurang Sigap Atasi Krisis"