Indramayu, Jejakkriminal.net – Setelah sempat dinyatakan hilang selama kurang lebih sepuluh hari, salah satu korban kecelakaan laut di perairan Pulau Biawak, Kabupaten Indramayu, akhirnya ditemukan. Jenazah pria tersebut ditemukan mengapung di perairan Jepara, Jawa Tengah, Senin (9/3/2026).
Penemuan ini menjadi titik terang dari peristiwa maut yang menimpa KM Almujib pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu, saat perahu nelayan tersebut tertabrak kapal tongkang.
Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Polairud Polres Indramayu AKP Asep Suryana, menjelaskan identitas jenazah telah terkonfirmasi merupakan nelayan asal Indramayu berdasarkan ciri fisik yang dikenali pihak keluarga.
"Setelah kami berkoordinasi dengan Basarnas Jawa Tengah, Sat Polairud Polres Jepara, dan RSUD Kartini Jepara, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Ari Wibowo (23), warga Kelurahan Margadadi, Indramayu," ujar AKP Asep Suryana, Rabu (11/3/2026).
Identitas korban diperkuat dengan adanya ciri-ciri khusus berupa tato di tangan sebelah kiri, gelang yang masih melingkar di tangan kanan, serta pakaian terakhir yang dikenakan korban saat melaut.
Ari Wibowo merupakan satu dari empat nelayan yang dilaporkan hilang dalam tragedi tersebut. Sebagai informasi, KM Almujib membawa total 8 kru saat kejadian.
Dari insiden tabrakan tersebut, 2 orang dinyatakan selamat, 2 orang ditemukan meninggal dunia di awal pencarian, dan 4 orang hilang termasuk Ari yang kini telah ditemukan.
"Tim SAR gabungan sebelumnya telah melakukan penyisiran intensif selama tujuh hari mulai dari Pulau Biawak hingga perbatasan Jawa Tengah, namun belum membuahkan hasil hingga akhirnya kami menerima informasi dari Basarnas Cirebon terkait penemuan jenazah tanpa identitas di Jepara," tambah Kasat Polairud.
Saat ini, personel Satpolairud Polres Indramayu tengah mendampingi keluarga korban dalam proses pengambilan jenazah di RSUD Kartini Jepara untuk selanjutnya dipulangkan ke rumah duka di Indramayu.
Kepergian Ari Wibowo meninggalkan duka mendalam bagi komunitas nelayan Indramayu.
Sementara itu, petugas terkait masih terus memantau perkembangan terkait sisa korban lainnya yang belum ditemukan.
Dalam hal ini AKP Asep mengimbau para nelayan untuk selalu waspada dan memperhatikan standar keselamatan saat melaut di tengah cuaca yang tidak menentu.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan menjaga lingkungan.
“Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno.
(Abid)

.jpg)


.png)
Posting Komentar untuk "Identitas Terungkap, Jenazah Yang Ditemukan di Perairan Jepara Jateng Dipastikan Nelayan Asal Indramayu"