KERINCI, JEJAKKRIMINAL.NET– Pelaksanaan Program Strategis Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, kini berada dalam sorotan tajam organisasi profesi pers. Sekretaris IWO Indonesia (Ikatan Wartawan Online Indonesia) Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Iwan Effendi, mendesak otoritas terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh menyusul ditemukannya sejumlah dugaan pelanggaran prosedur di lapangan.
Temuan Investigasi: Penggunaan Kresek dan Ketiadaan Label
Berdasarkan investigasi lapangan yang dilakukan pada Rabu (4/3) dan Kamis (5/3), paket MBG yang didistribusikan dari Dapur Desa Koto Kapeh ditemukan tidak memenuhi standar keamanan pangan nasional. Pada hari Rabu, paket untuk siswa PAUD dan SMP yang menyertakan menu tiga butir telur puyuh, telur rebus, roti, dan buah didistribusikan tanpa label informasi produk sama sekali.
Kondisi dinilai kian fatal pada Kamis (5/3), di mana paket makanan siswa hanya dibungkus menggunakan kantong kresek plastik putih tanpa label kandungan gizi maupun keterangan tanggal kedaluwarsa. Salah satu orang tua murid yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan keresahannya atas kualitas program tersebut.
"Dua hari ini pembagiannya sangat tidak standar, hanya menggunakan kresek putih. Kami mengkhawatirkan higienitas makanan untuk anak-anak kami. Sebagai orang tua, kami menuntut profesionalisme karena ini adalah program negara yang menggunakan anggaran besar," ungkapnya kepada jurnalis, Kamis (5/3).
Menanggapi temuan tersebut, Iwan Effendi menegaskan bahwa setiap item dalam paket MBG wajib transparan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
"MBG sesuai SOP harus memasang label harga pada setiap menu yang diberikan. Contohnya, satu buah jeruk, bingkisan buah kurma, hingga anggur harus ditempel label harga agar sesuai dengan standar nasional yang berada di angka Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi," tegas Iwan Effendi
(Andol jmb)




.png)
Posting Komentar untuk "Iwan Effendi Soroti Dapur MBG Siulak, Distribusi Pakai Kantong Kresek Diminta Segera Diaudit"