Kerinci, Jejakkriminal, Net - Akses jalan penghubung Sungai Dedap–Danau Tinggi lumpuh total akibat longsor parah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Material tanah dan bebatuan menutup badan jalan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Peristiwa ini sontak menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, longsor diduga kuat berkaitan dengan aktivitas galian C ilegal yang masih berlangsung di sekitar lokasi. Warga menilai, minimnya pengawasan dan ketidaktegasan pihak terkait menjadi salah satu pemicu terjadinya bencana tersebut.
“Sebelumnya memang sudah terlihat tanda-tanda tanah labil. Apalagi ada aktivitas galian yang diduga ilegal, makin memperparah kondisi,” ungkap salah seorang warga setempat.
Akibat terputusnya akses ini, aktivitas masyarakat terganggu, terutama bagi warga yang bergantung pada jalur tersebut untuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Sejumlah warga bahkan terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh dan kondisi yang tidak kalah sulit.
Sorotan juga datang dari berbagai kalangan yang mempertanyakan kinerja instansi terkait dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas galian C. Mereka mendesak agar pemerintah segera turun tangan, tidak hanya menangani dampak longsor, tetapi juga menertibkan aktivitas ilegal yang diduga menjadi penyebab utama.
Hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret penanganan secara menyeluruh di lokasi kejadian. Warga berharap ada tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk membersihkan material longsor serta melakukan evaluasi terhadap izin dan aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan pentingnya pengawasan lingkungan dan penegakan hukum. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin bencana serupa akan kembali terjadi dengan dampak yang lebih besar.
(Andol jmb)



.png)
Posting Komentar untuk " Longsor Parah Tutup Akses Sungai Dedap–Danau Tinggi, Aktivitas Galian C Ilegal Dipertanyakan"