Diduga Jadi Penampung dan Pemain PETI, Sosok Bobby Disorot Publik di Tabir Ulu










Merangin, Jambi | Jejakkriminal.Net-

Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Merangin kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, perhatian publik mengarah kepada seorang pria bernama Bobby, yang diduga berperan sebagai penampung sekaligus pemain lama dalam praktik tambang ilegal di wilayah Tabir Ulu 24/4/2026).


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, Bobby disebut-sebut memiliki rumah di Desa Seketuk, Kecamatan Tabir Ulu. Namun, aktivitas yang bersangkutan diduga tidak hanya sebatas sebagai pembeli emas hasil tambang ilegal, melainkan juga terlibat langsung dalam operasi PETI menggunakan alat berat.


“Kalau rumahnya memang di Seketuk, tapi kalau dia main PETI pakai ekskavator itu biasanya di Desa Pulau Aro, di bawah jembatan gantung,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.


Lebih lanjut, warga menyebut bahwa nama Bobby bukanlah hal baru dalam lingkaran aktivitas ilegal tersebut. Ia diduga telah lama berkecimpung dalam bisnis penampungan emas hasil PETI, bahkan disebut-sebut memperluas jaringannya hingga ke wilayah Kecamatan Tabir Lintas.


“Sudah lama main, bukan pemain baru. Bahkan namanya juga pernah muncul di pemberitaan media online sebelumnya sebagai salah satu penampung emas ilegal,” tambah sumber tersebut.


Fenomena ini kembali mempertegas bahwa maraknya aktivitas PETI tidak bisa dilepaskan dari keberadaan para penampung dan pembeli emas ilegal. Hal ini sejalan dengan pernyataan anggota DPR RI, Rocky Chandra, yang sebelumnya menyoroti bahwa praktik PETI akan terus tumbuh subur selama masih ada pihak yang menampung hasil tambang ilegal tersebut.


“Kalau tidak ada yang membeli atau menampung, aktivitas PETI ini tidak akan semarak seperti sekarang,” ujar Rocky Chandra dalam salah satu forum beberapa waktu lalu.


Atas kondisi ini, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Merangin dan Polda Jambi, untuk segera turun tangan melakukan investigasi langsung ke lapangan. Penindakan tidak hanya diharapkan menyasar para pekerja di lapangan, tetapi juga aktor-aktor yang diduga berada di balik layar, termasuk para penampung.


Publik menilai, penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh dan tanpa tebang pilih. Jika tidak, praktik PETI dikhawatirkan akan terus merusak lingkungan dan merugikan masyarakat dalam jangka panjang.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait termasuk aparat penegak hukum belum memberikan keterangan resmi. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi guna mendapatkan klarifikasi dan keberimbangan informasi, karena Bobby tidak dapat dihubungi melalui Aplikasi WhatsApp maupun telpon celuler.

Posting Komentar untuk "Diduga Jadi Penampung dan Pemain PETI, Sosok Bobby Disorot Publik di Tabir Ulu"

Ads :