Merangin, Jambi | Jejakkriminal.Net-
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber di lapangan, Bobby disebut memiliki rumah di Desa Seketuk, Kecamatan Tabir Ulu. Namun aktivitasnya diduga meluas, tidak hanya sebagai pembeli emas hasil PETI, tetapi juga sebagai pelaku langsung di lapangan dengan menggunakan alat berat jenis ekskavator.
“Dia bukan pemain baru. Sudah lama berkecimpung. Selain beli emas, dia juga main di lapangan pakai alat berat,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Lebih jauh, Bobby juga diduga memiliki jaringan dalam proses pengolahan emas ilegal, termasuk kegiatan pembakaran emas hasil PETI. Dari informasi yang beredar, aktivitas bakar emas tersebut disebut-sebut dilakukan di rumah seorang pria bernama Wardi, yang diduga merupakan orang kepercayaan Bobby.
“Wardi itu anak buahnya. Di situlah tempat bakar emas dari hasil PETI. Dia yang ditunjuk untuk urus itu,” tambah sumber lain.
Tak hanya itu, Bobby juga diduga memiliki beberapa titik atau cabang pembelian emas ilegal di wilayah sekitar, yang memperkuat posisinya dalam rantai distribusi hasil tambang ilegal di kawasan Tabir Ulu hingga Tabir Lintas.
Sejumlah warga juga mengungkapkan informasi tambahan yang menjadi sorotan publik. Mereka menyebut bahwa istri Bobby diketahui berprofesi sebagai tenaga kesehatan (bidan desa) di wilayah Desa Pulau Aro.
“Istrinya bidan desa di sana. Bahkan dulu sempat ada cerita kalau pembelian material emas juga pernah dekat praktik, tak jauh dari Puskesmas Pembantu,” ujar warga lainnya.
Informasi ini semakin memperkuat keresahan masyarakat, mengingat aktivitas yang diduga ilegal tersebut berlangsung cukup lama dan seolah berjalan tanpa hambatan berarti.
Sementara itu, sebelumnya anggota DPR RI, Rocky Chandra, juga pernah menegaskan bahwa maraknya aktivitas PETI tidak terlepas dari peran para penampung dan pembeli emas ilegal.
“Kalau tidak ada yang menampung, maka aktivitas PETI tidak akan berkembang seperti sekarang,” ujarnya dalam sebuah forum.
Atas kondisi ini, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Merangin dan Polda Jambi, untuk segera turun langsung ke lokasi guna melakukan investigasi menyeluruh. Penindakan dinilai tidak cukup hanya menyasar pekerja di lapangan, namun juga harus menyentuh para aktor utama yang diduga mengendalikan alur distribusi emas ilegal.
“Harapan kami jelas, aparat turun langsung ke TKP. Jangan hanya diam. Ini sudah lama terjadi,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan guna menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.



.png)
Posting Komentar untuk "Diduga Kuasai Rantai PETI, Bobby Disorot: Penampung, Pemain, hingga Bakar Emas Ilegal di Tabir Ulu"