Jejak kriminal.net|Garut – Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMP IT Ikhwan Bakti Mandiri, berlokasi di Kampung Cigugur RT 03 RW 04, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menjadi sorotan setelah Kepala Sekolah Desi Fauziah secara terbuka mengaku tidak mengetahui detail aliran dan penggunaan dana tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media pada Senin (06/04/2026), Desi melempar tanggung jawab sepenuhnya kepada pihak yayasan dan mengaku tidak berwenang memberikan informasi terkait keuangan sekolah. "Maaf Pak, saya kurang tahu. Soalnya yang tahu persis soal penggunaan dana BOS itu pemilik yayasan. Bendahara di sekolah ini pun pemilik yayasan sendiri," ujar Desi dengan jelas.
Ia juga menegaskan tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena khawatir memberikan informasi yang salah, dan mengimbau agar pihak media menanyakan langsung kepada pemilik yayasan yang juga bekerja sebagai tenaga pendidik di sekolah negeri.
"Saya tidak bisa memberikan informasi lebih lanjut karena saya takut salah memberikan informasi. Kalau pengen jelas, langsung saja ke pemilik yayasan. Beliau juga mengajar di SDN 4 Mekarjaya," tandasnya, senin (06-04-2026).
Kondisi ini dianggap anomali karena jabatan kepala sekolah seharusnya memegang kendali penuh atas manajemen dan keuangan sekolah, namun dalam hal ini terdapat sentralisasi kekuasaan di tangan yayasan yang merangkap sebagai penentu kebijakan dan pengelola keuangan.
Selain persoalan dana, kondisi operasional sekolah juga menjadi pertanyaan. Berdasarkan data Dapodik, sekolah ini memiliki 57 siswa dengan hanya 3 ruang kelas, yang ternyata digunakan secara bergantian dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
"Ruang kelasnya berbagi sama sekolah PKBM. Untuk kegiatan sekolah PKBM dari Senin sampai Rabu," tambah Desi.
Praktik pembagian gedung dan pengelolaan dana yang tidak transparan ini memunculkan pertanyaan besar mengenai legalitas dan efektivitas operasional sekolah tersebut.
Banyak pihak bertanya bagaimana pelayanan pendidikan bisa maksimal jika manajemen terpisah dan kepala sekolah sendiri mengaku tidak mengetahui aliran dana yang seharusnya digunakan untuk kemajuan sekolah dan kesejahteraan siswa.
Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penyimpangan pengelolaan dana BOS dan tumpang tindih penggunaan fasilitas masih menunggu respon serta tindak lanjut serius dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan dana BOS digunakan sesuai peraturan dan operasional sekolah berjalan sesuai standar yang ditetapkan


.png)
Posting Komentar untuk "Kepala Sekolah SMP IT Banjarwangi Garut Mengaku Tak Tahu Aliran Penggunaan Dana BOS, Ketua Yayasan Pegang Kekuasaan Penuh"