Jejak Kriminal.net|Garut – Kondisi lingkungan SMKS Islam Ibnu Hajar terlihat sepi tanpa ada siswa yang terlihat pada pukul 09.29 WIB. Sekolah yang dipimpin Kepala Sekolah Lilit Hapipah dan dioperasikan oleh Operator Teguh Pandosep berlokasi di Kp. Batureok, RT 09 RW 01, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, kembali menjadi sorotan setelah kondisi sarana prasarana yang tidak teratur meskipun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tetap tersalurkan setiap tahun.
Berdasarkan data yang diperoleh, pendapatan dana BOS tahun 2025 mencapai total Rp110.880.000, dengan tahap 1 sebesar Rp56.000.000 dan tahap 2 Rp54.880.000. Tahun 2026, sekolah juga telah menerima transfer bantuan BOS tahap 1 sebesar Rp40.800.000. Namun, kondisi lapangan menunjukkan beberapa sarana prasarana tidak layak digunakan dan tidak teratur.
Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah perpustakaan sekolah yang terletak di luar gedung utama dan tidak terawat. Buku-buku yang ada tampak lapuk meskipun dalam anggaran tahap 1 tahun 2025 telah dialokasikan dana sebesar Rp14.160.000 untuk pengembangan perpustakaan.
Menurut keterangan dari salah seorang guru, siswa tidak ada di lingkungan sekolah karena sedang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan sebagian lainnya sedang menengok teman yang sakit. Adapun terkait pembelian buku yang seharusnya telah dilakukan pada tahun 2025 dan 2026, terjadi kesalahan sehingga buku tersebut dipulangkan kembali.
"Kalo belanja buku sudah pak, cuman ada kesalahan jadi di pulangkan lagi, kalo bukunya sekarang tidak ada pak, nanti aja kekepala sekolah langsung pak," ujar guru tersebut, yang tidak menunjukan sampel buku, pada Jumat (24/04/2026).
SMKS Islam Ibnu Hajar hanya memiliki satu jurusan yaitu Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dengan struktur sebagai berikut:
- Jumlah Guru: 8 orang
- Siswa Laki-laki: 28 orang
- Siswa Perempuan: 27 orang
- Total Siswa: 55 orang
- Rombongan Belajar: 3
- Jumlah Jurusan: 1 (TKJ)
Adapun fasilitas yang ada di sekolah:
- Ruang Kelas: 2 buah
- Laboratorium: Tidak memiliki
- Perpustakaan: 1 buah di luar sekolah dan tidak terawat
Selang 7 jam, pada pukul 16.30 WIB. Kepala Sekolah, Lilit Hapipah, menjelaskan di sekolah, bahwa pembelian buku sebelumnya mengalami kesalahan sehingga dialihkan ke bidang kewirausahaan. "Kalo tentang buku kemarin di tuker, karena ada yang salah, semuanya malah kewirausahaan kalo mau di telepon silahkan namanya pak Dian, kebetulan saya sebagai MKKS di sekolah swasta," tandasnya, Juma't (24-04-2026).
Terkait penggunaan dana BOS yang telah diterima agar segera melakukan perbaikan terhadap sarana prasarana yang ada untuk mendukung proses pembelajaran siswa. Selain itu, diharapkan pihak berwenang dapat melakukan pemantauan untuk memastikan dana BOS digunakan secara tepat sasaran sesuai dengan tujuan pembangunan pendidikan.
"Awak media dan kepala sekolah menyepakati atas publikasi, agar sekolah dapat perhatian khusus dari pemerintah lewat pemberitaan hasil investigasi sebenar benar nya di lapangan".


.png)
Posting Komentar untuk "Lingkungan SMKS Di Cisurupan Garut Sepi Siswa, Sarana Prasarana Kotor Meski Terima BOS Ratusan Juta. Pengembangan Perpustakaan Jadi Pertanyaan."