Jejak kriminal.net|Garut – Kondisi bangunan dan fasilitas kegiatan belajar dan mengajar (KBM)di SMP IT Assyifa serta SMA IT Assyifa yang berlokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Prov. Jawa Barat menjadi sorotan publik setelah ditemukan banyak kekurangan fasilitas dasar yang seharusnya dinikmati oleh para siswa. Kondisi ini juga memunculkan pertanyaan besar mengenai transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Kepala Sekolah SMA IT Assyifa, Nawangsih, saat dikonfirmasi secara terbuka pada Senin siang, (06/04/2026) mengakui kondisi yang kurang memadai di sekolahnya.
"Benar, memang banyak sekali kekurangan terutama untuk fasilitas siswa. Mulai dari gedung yang kurang terawat, WC untuk siswa juga belum diperbaiki, dan ruangan perpustakaan pun kami belum punya," ungkapnya, senin (06-04-2026).
Ketika ditanya mengenai alokasi dana BOS dan penyetoran ke yayasan yang seharusnya digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana, Nawangsih yang mengaku belum lama menjabat mengakui adanya praktik penyetoran dana BOS ke pihak yayasan.
"Untuk penggunaan dana BOS memang ada yang disetor ke pemilik yayasan sebesar Rp1.000 per siswa dalam setahun. Baik dari tingkat SMP maupun SMA pak," jelasnya.
Pernyataan ini bertentangan dengan aturan teknis penggunaan dana BOS yang mewajibkan seluruh anggaran digunakan secara langsung untuk keperluan operasional sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, dan perbaikan fasilitas demi kenyamanan serta kesejahteraan siswa, bukan untuk dialirkan ke pihak manajemen yayasan.
Meskipun kondisi fasilitas masih jauh dari harapan, Nawangsih berharap animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di lembaga tersebut semakin meningkat tahun ini.
"Saya juga berharap tahun ini akan banyak lagi siswa yang berminat bersekolah di sini. Untuk ke depannya, fasilitas bisa lebih baik lagi," tambahnya.
Kondisi ini memicu pertanyaan serius mengenai manajemen keuangan di kedua sekolah tersebut. Banyak pihak bertanya bagaimana fasilitas bisa diperbaiki jika sebagian dana yang seharusnya digunakan untuk pembangunan justru dialirkan ke pihak lain, sementara kebutuhan dasar siswa terabaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum melakukan klarifikasi resmi kepada KCD 10, dan Dinas pendidikan Garut, terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana BOS di SMP IT Assyifa dan SMA IT Assyifa.
Masyarakat berharap pihak berwenang segera melakukan pemeriksaan mendalam untuk memastikan dana BOS digunakan sesuai dengan peraturan dan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi para siswa.
(TIM)


.png)
Posting Komentar untuk "SMP dan SMA IT Assyifa Cisurupan Garut Jadi Sorotan: Fasilitas Kurang Terawat, BOS Diduga Ada Setoran ke Yayasan"