BUMDes Girijaya Jadi Inspirasi, Program Dana Desa Berhasil Dorong Ekonomi Warga

GARUT jejak kriminal.net – 

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Girikarya Mandiri Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, kini menjadi salah satu BUMDes percontohan yang dinilai berkembang pesat meski masih dalam tahap merintis. Dengan mengusung program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat, BUMDes ini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. 

BUMDes Girikarya Mandiri saat ini memiliki dua sektor usaha utama, yakni peternakan ayam petelur dan pertanian kopi asli Girijaya. Untuk sektor peternakan, tercatat sebanyak 580 ekor ayam petelur telah dikelola dengan kandang milik sendiri yang dibangun menggunakan material kayu berkualitas dan dinilai sangat kokoh serta mewah. 

Ketua BUMDes Girikarya Mandiri, Asep Deti Rahman atau yang akrab disapa Asepdeti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Girijaya atas dukungan program ketahanan pangan sebesar 20 persen dari Dana Desa yang dialokasikan kepada BUMDes. 

“Alhamdulillah dari kedua program kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya meskipun BUMDes Girikarya Mandiri masih merintis. Dengan semangat tim dan perjuangan bersama, manfaatnya sangat dirasakan masyarakat terutama karena harga telur masih di bawah harga pasar,” ujar Asepdeti, Kamis (14/5/2026). 
Ia menjelaskan, saat ini ada tiga sektor yang mulai berjalan, di antaranya pembinaan kelompok tani kopi, usaha ayam petelur, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. 

“Memang kalau dibilang maksimal masih belum cukup, tapi kami sangat bersyukur. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah desa yang telah memberikan kepercayaan kepada BUMDes untuk menerima anggaran program ketahanan pangan. Dari sini juga bisa membantu ekonomi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar,” katanya. 

Menurutnya, penggunaan kandang berbahan kayu dipilih agar lebih tahan lama dan tetap kokoh untuk jangka panjang. 
“Kenapa saya memakai kandang dari kayu supaya jangka panjang dan masih bisa dipakai meskipun nanti saya sudah tidak menjadi ketua BUMDes lagi,” ungkapnya.
Untuk sektor kopi, BUMDes Girikarya Mandiri saat ini masih fokus sebagai pemasok bahan baku kopi asli Girijaya dan belum memiliki merek dagang sendiri. 
“Untuk kopi sendiri kita belum punya brand, jadi sementara hanya memasok kopi untuk bahan baku saja,” tambahnya.
Sementara itu, dari 583 ekor ayam petelur yang ada saat ini, produksi telur mencapai sekitar 25 hingga 26 kilogram per hari dan masih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan harga lebih murah dibanding harga pasar,selain memberikan lapangan pekerjaan juga bisa menjadi salah satu sumber padesa desa girijaya .

“Target kami sebenarnya untuk kandang ini bisa mencapai 1.200 ekor ayam. Mudah-mudahan dengan berjalannya usaha ayam petelur sekarang, target tersebut bisa tercapai,” kata Asepdeti optimistis. 

Keberadaan BUMDes Girikarya Mandiri juga mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Ketua RT setempat, Kusnadi, mengaku warga merasa terbantu dengan adanya usaha peternakan ayam petelur tersebut. 

“Manfaatnya sangat terasa. Dengan adanya peternakan ayam petelur ini bisa membantu warga sekitar, apalagi harga telurnya di bawah pasar. Warga juga senang karena keberadaan BUMDes ini membawa banyak manfaat,” ujar Kusnadi. 
Ia berharap ke depan BUMDes Girikarya Mandiri dapat terus berkembang dan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Girijaya, khususnya di lingkungan sekitar. 

“Harapan saya mudah-mudahan bisa terus menunjang dan membantu mata pencaharian warga setempat,” pungkasnya

Posting Komentar untuk "BUMDes Girijaya Jadi Inspirasi, Program Dana Desa Berhasil Dorong Ekonomi Warga"

Ads :