Diduga Anggaran Laundry Ketua DPRD Muba Fantastis, Publik Pertanyakan Transparansi

Musi Banyuasin, Jejakkriminal.net-
Beredar di media sosial kabar terkait dugaan dana laundry Ketua DPRD Muba dengan nominal yang cukup besar.

Sehari sebelum berita ini diturunkan, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Ketua DPRD Musi Banyuasin melalui WhatsApp. Beliau menjawab singkat, “Tanya Sekwan bae, aku dak pernah nerima.”

Demikian jawaban Ketua DPRD Muba melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, ketika awak media kembali melakukan konfirmasi lebih lanjut melalui rilisan, tidak ada tanggapan dari Ketua DPRD Muba.

Padahal, masyarakat hanya ingin mengetahui kebenaran dari kabar yang beredar di media sosial tersebut. Masyarakat membutuhkan penjelasan, apakah biaya laundry tersebut merupakan pengeluaran harian, bulanan, atau bahkan tahunan. Namun hingga saat ini, tidak ada tanggapan lebih lanjut.

Saat awak media meminta nomor kontak Sekwan yang disebutkan, Ketua DPRD Musi Banyuasin juga tidak memberikan respons.

Hal ini pun menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, khususnya masyarakat Musi Banyuasin. Jika dana hanya untuk laundry saja mencapai nominal sebesar itu, lalu bagaimana dengan anggaran kebutuhan lainnya? Dan dari mana sumber dana biaya laundry tersebut, apakah bersumber dari APBD, sumber lain, atau menggunakan dana pribadi?

Jika dibiayai oleh APBD, berarti dana tersebut merupakan uang pemerintah yang notabene adalah uang rakyat. Sementara pemerintah pusat saat ini tengah mencanangkan efisiensi di berbagai bidang pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Tentunya pengeluaran yang hanya untuk kebutuhan laundry Ketua DPRD dinilai tidak sejalan dengan program efisiensi yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia saat ini.

Menurut salah satu warga Musi Banyuasin yang enggan disebutkan namanya, “Ini sudah terlalu, Pak. Masa hanya untuk biaya laundry Ketua DPRD saja sampai mengeluarkan biaya sebesar itu. Apakah nominal fantastis itu untuk sekali laundry, sebulan, atau setahun? Kalau untuk sebulan saja, itu masih sangat besar, Pak. Kalau dana laundry itu diberikan untuk rakyat yang tidak mampu, tentu bisa sangat bermanfaat.”

Warga tersebut juga menambahkan, “Kita rakyat yang mempercayai dan memilih mereka untuk mewakili kita, namun pada kenyataannya harus kecewa dengan perlakuan seperti ini. Di saat masyarakat sedang kesulitan ekonomi, harga bahan pangan dan BBM naik, justru kita disuguhkan berita soal pengeluaran pemerintah daerah yang bernilai tinggi hanya untuk urusan laundry.”

Masyarakat hanya bisa menghela napas melihat dan mendengar kabar seperti itu. Di tengah sulitnya lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi saat ini, di saat rakyat berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat justru dibuat kecewa dengan dugaan pemborosan dalam penggunaan uang rakyat. Hal tersebut dinilai melukai kepercayaan masyarakat yang telah memberikan mandat kepada para wakilnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPRD Musi Banyuasin belum memberikan tanggapan lebih lanjut saat dikonfirmasi.

Posting Komentar untuk "Diduga Anggaran Laundry Ketua DPRD Muba Fantastis, Publik Pertanyakan Transparansi"

Ads :