Bantah Isu Balas Dendam, Kepsek SMKN 2: Anak Kami Cinta Damai, Pelaku Harus Ditindak
PALEMBANG, —Jejakkriminal.net
Kepala SMK Negeri 2 Palembang, H. Suparman, http://S.Pd., http://M.Si.*, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak akan melakukan aksi balas dendam terkait peristiwa penyerangan terhadap sejumlah siswa SMKN 2 Palembang oleh siswa dari sekolah lain.
Ia meminta aparat kepolisian untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku agar kejadian serupa tidak terulang dan situasi di kalangan pelajar tetap kondusif.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel. Kemarin pihak Polrestabes dan Polda Sumsel juga datang ke SMKN 2 Palembang,” ujar Suparman.
*Bantah Isu Balas Dendam, Tegaskan Cinta Damai*
Suparman menjelaskan, para siswa SMKN 2 Palembang yang menjadi korban mengaku tidak mengetahui persoalan yang melatarbelakangi penyerangan tersebut. Menurutnya, tidak ada konflik antara siswa SMKN 2 dengan pihak sekolah lain.
“Anak-anak kami yang diserang ini tidak tahu apa-apa. Kami tidak ada masalah. Jadi kami berharap persoalan ini bisa diluruskan dan tidak berkembang menjadi informasi yang tidak benar,” katanya.
Ia juga membantah kabar yang menyebut siswa SMKN 2 Palembang akan melakukan aksi balasan. Suparman memastikan sekolah mengedepankan perdamaian dan meminta seluruh siswa tidak terpancing isu yang beredar.
“Hoaks yang beredar bahwa siswa SMKN 2 Palembang akan melakukan balas dendam, itu tidak ada. Anak-anak kami cinta damai dan kami ingin kondisi di sekolah tetap aman serta kondusif,” tegasnya.
*Perkuat Pengamanan dan Serahkan ke Proses Hukum*
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan, pihak sekolah telah memperkuat pengamanan di lingkungan sekolah. Langkah ini dilakukan agar siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dengan tenang.
Pengamanan tersebut juga mendapat dukungan dari aparat kepolisian. Bahkan pada pelaksanaan upacara peringatan *HUT ke-81 Kemerdekaan RI*, pihak *Polda Sumsel* dan *Polrestabes Palembang* turut hadir di lingkungan sekolah.
Terkait kasus penyerangan, para korban telah membuat laporan resmi ke Polrestabes Palembang. Sementara sejumlah anak yang diduga terlibat juga telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.
“Kami sudah mempunyai data dan kami ingin memastikan persoalan ini ditangani dengan baik. Anak-anak kami yang menjadi korban sudah melapor ke Polrestabes Palembang. Kami tinggal menunggu tindakan tegas dari kepolisian terhadap para pelaku,” ujarnya.
Suparman berharap para pelaku dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menilai pencatatan terhadap pelaku penting sebagai langkah pencegahan.
"Kami berharap pelaku penyerangan terhadap siswa kami dicatat dan ditindak sesuai aturan, sehingga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," katanya.
*Imbauan dan Sanksi Tegas untuk Pelajar*
Suparman menegaskan kejadian tersebut berlangsung di luar lingkungan sekolah. Karena itu, ia mengimbau siswa agar setelah selesai belajar langsung pulang ke rumah dan tidak terlibat aktivitas yang berpotensi memicu konflik.
“Kalau sudah pulang sekolah, ya pulanglah ke rumah. Kami ingin anak-anak kami aman. SMKN 2 Palembang itu rukun dan damai di dalam sekolah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar siswa tidak membawa senjata tajam maupun terlibat tawuran. Pihak sekolah memiliki komitmen tegas: siswa yang kedapatan membawa senjata tajam atau terlibat tawuran akan dikembalikan kepada orang tua.
"Kalau ada anak SMKN 2 yang membawa senjata tajam dan terlibat tawuran, kami sudah berkomitmen untuk mengembalikannya kepada orang tua,"jelasnya.
Komitmen serupa juga telah disepakati bersama *Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta*. Sekolah-sekolah sepakat mengambil langkah tegas terhadap siswa yang terlibat tawuran.
“Kami sudah sepakat dengan MKKS SMK swasta. Kalau ada siswa yang terlibat tawuran, akan dikembalikan kepada orang tua dan tidak diberikan rekomendasi SKCK,” katanya.
*Fokus pada Prestasi Siswa*
Suparman menambahkan, pihak sekolah terus mendorong siswa untuk berprestasi dan menjaga nama baik sekolah. Ia menyebut SMKN 2 Palembang memiliki banyak siswa berprestasi, termasuk yang berhasil di tingkat nasional.
Bahkan lebih dari *200 siswa SMKN 2 Palembang* mendapat kesempatan melalui jalur undangan ke *Universitas Sriwijaya (Unsri)* dan *Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri)*.
“Anak-anak kami sedang mengejar prestasi. Mereka punya masa depan. Jangan sampai masa depan mereka rusak karena tawuran atau aksi kekerasan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Suparman meminta semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan. Ia berharap persoalan ini diselesaikan melalui jalur hukum tanpa ada aksi balasan.
“Semua anak adalah anak bangsa. Jangan ada balas dendam. Kami dari SMKN 2 Palembang tidak ada balas dendam. Kami serahkan persoalan ini kepada kepolisian dan berharap pelaku ditindak tegas sesuai aturan,” pungkasnya.
Pewarta / Tim

.png)



Posting Komentar untuk "Bantah Isu Balas Dendam, Kepsek SMKN 2: Anak Kami Cinta Damai, Pelaku Harus Ditindak"