Bandung, jejak kriminal.net — Pengelolaan Dana Desa untuk penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, menuai tanda tanya besar.
Alih-alih memberikan keterbukaan informasi publik, jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Ciherang dan pengurus BUMDes justru saling lempar saat dikonfirmasi insan pers, Kamis (13/8/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, sejak tahun 2019 hingga 2025, Pemdes Ciherang tercatat telah mengucurkan anggaran penyertaan modal Dana Desa ke BUMDes dengan nilai total mencapai nyaris setengah miliar rupiah. Namun, realisasi pengelolaan dana serta hasil dari program Ketahanan Pangan yang dikelola BUMDes tersebut hingga kini belum terjelaskan secara transparan.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media di Kantor Desa Ciherang tidak membuahkan hasil. Sejumlah perangkat desa terkesan menutupi rincian informasi dan enggan memberikan penjelasan formal.
"Jika wawancara perihal tersebut, baiknya langsung dengan Pak Kades atau Direktur BUMDes. Kebetulan sedang tidak ada di tempat, atau bisa ke Sekretariat BUMDes saja," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Ciherang kepada wartawan.
Namun, saat menyambangi lokasi yang ditunjuk sebagai Sekretariat BUMDes, awak media hanya mendapati seorang wanita yang mengaku sebagai staf koperasi setempat. Ia pun menolak memberikan keterangan terkait operasional BUMDes.
"Saya tidak punya kapasitas untuk menjawab terkait BUMDes, itu bukan ranah saya sebagai pengurus koperasi. Langsung saja dengan pengurus BUMDes, biasanya sekretarisnya ada," tuturnya.
Hal senada di katakan kaur perencanaan Husni, perihal Bumdes saya tidak tau. Tandasnya dengan singkat.
Sikap tertutup juga ditunjukkan saat media meminta akses kontak pengurus BUMDes maupun Kepala Desa (Kades) Ciherang guna perimbangan berita. Tak satu pun perangkat desa maupun pihak koperasi yang bersedia memberikan nomor telepon pengurus BUMDes.
Sikap serupa diperlihatkan oleh Kades Ciherang saat ditemui secara langsung di halaman kantor desa. Ia enggan diwawancarai dan menolak memberikan nomor kontak jajaran BUMDes maupun kontak pribadinya.
"Mohon maaf, saya buru-buru ada agenda sidang, lain waktu saja jika mau wawancara. Perihal BUMDes harus dengan direkturnya. Saya harus izin dulu untuk memberikan nomor kontaknya. Begitu juga maaf, saya tidak bisa memberikan nomor kontak saya," kata Kades Ciherang sembari berlalu meninggalkan lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemdes Ciherang maupun jajaran Pengurus BUMDes belum memberikan klarifikasi resmi mengenai alokasi dan pertanggungjawaban dana modal BUMDes sebesar hampir Rp500 juta tersebut. Wartawan masih terus berusaha mendapatkan konfirmasi dari pihak-pihak terkait demi menjamin asas keberimbangan informasi.



.png)



Posting Komentar untuk "Penyertaan Modal BUMDes Ciherang Rp.500 Juta Tak Jelas, Kades dan Perangkat Desa Bungkam?"