Penyertaan Modal Tembus Setengah Miliar. Tranparansi Dipertanyakan?

 

Tasikmalaya, jejak kriminal.net — Alokasi penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menembus angka setengah miliar rupiah. 

Namun, besarnya kucuran dana publik tersebut dinilai belum sebanding dengan kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) serta efektivitas unit usaha di lapangan.



Sekretaris Desa Kersamaju, Nuri Rustini, membenarkan adanya pengucuran dana ke BUMDes yang bersumber dari Dana Desa (DD).

"Penyertaan modal ke BUMDes sudah dilakukan sebanyak delapan kali sejak tahun 2017 hingga 2025. Total akumulasinya memang diperkirakan mencapai angka tersebut (Rp500 juta)," ujar Nuri saat dikonfirmasi di Kantor Desa Kersamaju, Kamis (20/8/2026).

Nuri menjelaskan, BUMDes Kersamaju mengelola beberapa jenis bidang usaha, seperti unit pertokoan/warung, agen BRILink, hingga program ketahanan pangan berupa budidaya ikan nila dan peternakan kambing.



"Penyertaan modal tersebut baru menyumbang PADes ke desa di kisaran Rp8 juta. Untuk sektor ketahanan pangan belum memberikan kontribusi karena unit usahanya masih baru," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Kersamaju, Latif, mengonfirmasi bahwa dirinya baru memimpin lembaga tersebut pada tahun 2025 dan baru menerima satu kali alokasi penyertaan modal, khusus untuk program ketahanan pangan.

"Saya baru menjabat tahun 2025 dan baru sekali menerima penyertaan modal untuk ketahanan pangan, nilainya sekitar Rp221 juta," kata Latif saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp.



Ia merinci, anggaran Rp221 juta tersebut dibagi ke dalam dua unit usaha. Budidaya Ikan Nila, Rp100 juta. Peternakan kambing Rp121 juta. Dialokasikan untuk belanja bibit 42 ekor domba.

Namun, Latif enggan membeberkan detail operasional serta pembukuan keuangan lebih lanjut. "Maaf, saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut karena sedang di perjalanan. Nanti saya kabari lagi," singkatnya sebelum mengakhiri percakapan.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi budidaya ikan nila BUMDes Kersamaju, ditemukan sejumlah kejanggalan pengelolaan. 

Dari beberapa kolam bioflok yang dibangun, hanya dua kolam yang tampak terisi ikan, sementara sisa kolam lainnya dibiarkan kosong tanpa aktivitas.

Di lokasi proyek tidak ditemukan papan informasi anggaran maupun tata kelola kegiatan, sebagaimana standar keterbukaan informasi publik pada program pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Kersamaju belum memberikan klarifikasi resmi.

Posting Komentar untuk "Penyertaan Modal Tembus Setengah Miliar. Tranparansi Dipertanyakan?"


Ads :