Pasaman — Warga Koto Baru, Jorong Petok Timur, Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, masih dihantui keresahan menyusul terindikasinya keberadaan sekitar 12 ekor beruang di kawasan hutan sekitar wilayah tersebut.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Sebelumnya, seorang warga bernama Yulnita Wati (26) menjadi korban serangan beruang saat berada di kawasan perkebunan (14/9/26).
Yulnita saat itu sedang mengiris kulit pohon karet di kebun yang tidak jauh dari rumahnya. Secara tiba-tiba, seekor beruang berukuran besar menghampirinya dan menyerang hingga menggigit kaki kanannya dan mendapat perawatan di RS Ibnu Sina Panti selama tiga hari dengan luka 13 jahitan akibat gigitan tersebut.
Peristiwa ini membuat masyarakat semakin was-was untuk pergi ke ladang. Padahal, aktivitas mengiris kulit pohon karet merupakan salah satu mata pencaharian warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rahmat Hidayat, warga setempat, mengatakan masyarakat berharap pemerintah tidak menganggap persoalan tersebut selesai hanya dengan pemasangan jerat.
Menurutnya, saat kejadian sebelumnya pemerintah memang telah menurunkan personel untuk melakukan penanganan di lokasi. Namun, masyarakat menilai diperlukan tindak lanjut yang lebih serius untuk memastikan keberadaan dan pergerakan beruang.
«“Kami tetap harus pergi ke ladang untuk mencari nafkah, tetapi sekarang masyarakat merasa takut. Pemerintah harus serius mencari langkah konkret agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban,” ujar Rahmat.»
Ia berharap pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan BKSDA Sumatera Barat untuk melakukan penanganan secara menyeluruh, baik melalui pemantauan maupun langkah mitigasi yang aman bagi masyarakat dan satwa.
“Jangan hanya ketika ada kejadian baru pemerintah turun. Setelah itu harus ada tindak lanjut dan pemantauan secara berkelanjutan,” katanya" (TL)

.png)



Posting Komentar untuk "12 Beruang Terindikasi di Hutan Koto Baru, Warga Desak Pemerintah Bertindak Lebih Serius"