Program Gentengisasi Nasional Jadi Angin Segar, Bupati Eman Suherman Majalengka Siap Salurkan 2,4 Juta Genteng ke Berbagai Daerah

Majalengka,jejakkriminal.net
‎
‎Sektor industri genteng tanah liat di Kabupaten Majalengka kembali memperoleh peluang besar untuk bangkit. Melalui peresmian Program Gentengisasi Nasional yang diselenggarakan di Pasar Lama Majalengka pada Minggu (8/11/2026), pemerintah memperluas ruang gerak bagi kebangkitan pengrajin lokal yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian warga.
‎​Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut positif hadirnya agenda strategis berskala nasional tersebut. Bagi Eman, Program Gentengisasi tidak sekadar mengampanyekan penggunaan genteng tanah liat sebagai material atap rumah, tetapi juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah dalam menghidupkan kembali sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya para pembuat genteng di Majalengka.
‎​Selain peluncuran program gentengisasi, acara tersebut juga diisi dengan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan guna memperluas akses permodalan bagi masyarakat dan para pelaku usaha perumahan.
‎​Pada kesempatan itu, Bupati Eman menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas kepedulian mereka terhadap pemulihan industri genteng dan penguatan ekonomi warga Majalengka.
‎​Ia menjelaskan bahwa terdapat dua program utama yang berdampak langsung pada masyarakat. Pertama, sosialisasi KUR Perumahan dengan nilai alokasi pembiayaan sebesar Rp710 miliar untuk sekitar 2.830 debitur di Majalengka. Kedua, peresmian Program Gentengisasi yang menyerap hasil produksi genteng UMKM lokal dalam volume yang sangat besar.
‎​Industri Genteng Majalengka Bangkit Usai Menderita Penurunan
‎​Bupati Eman memaparkan bahwa sentra industri genteng di Majalengka memiliki rekam jejak panjang yang dimulai sejak tahun 1905, terutama di kawasan Jatiwangi dan sekitarnya. Selama bertahun-tahun, industri ini telah menjadi penopang utama ekonomi masyarakat setempat.
‎​Kendati demikian, sektor ini sempat melesu akibat dampak pandemi COVID-19 serta ketatnya persaingan dengan material bangunan modern. Tekanan tersebut menyebabkan jumlah unit usaha genteng menyusut drastis, dari yang semula berkisar 700 pengusaha kini hanya menyisakan sekitar 200 pengusaha yang mampu bertahan.
‎​Oleh karena itu, hadirnya Program Gentengisasi dipandang sebagai titik balik penting untuk memulihkan kejayaan industri genteng daerah.
‎​"Awalnya kami terkejut dan seolah tidak percaya. Pelaku UMKM genteng Majalengka yang sebelumnya hanya mendapat alokasi pesanan awal 14 tronton atau sekitar 150 ribu buah, kini diberi kepercayaan oleh Presiden melalui Menteri PKP untuk menyediakan 2,4 juta keping genteng atau setara dengan muatan 600 truk," papar Eman.
‎​Kepercayaan tersebut, lanjut Eman, menandakan bahwa produk genteng buatan Majalengka memiliki standar kualitas yang diakui serta sanggup memenuhi kebutuhan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
‎​Suplai 2,4 Juta Genteng Raih Rekor MURI
‎​Besarnya kuota pemesanan genteng bagi Majalengka menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran pemerintah daerah dan para produsen genteng.
‎​Pengiriman massal sebanyak 2,4 juta keping genteng ini pun berhasil memecahkan rekor dan meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pengiriman genteng terbanyak.
‎​Bupati Eman menyebutkan bahwa hingga saat peresmian, sebanyak 600 truk telah terisi penuh oleh genteng dan siap diberangkatkan untuk mendistribusikan material tersebut ke proyek-proyek pembangunan di wilayah kabupaten/kota se-Jawa Barat.
‎​Menurutnya, capaian ini tidak hanya membawa nama harum bagi Majalengka, tetapi juga membuka keran rezeki yang luas bagi para pemilik usaha, pengrajin, tenaga kerja produksi, hingga jasa armada pengangkutan.
‎​Dengan melonjaknya permintaan, denyut produksi di pusat-pusat kerajinan genteng diperkirakan kembali bergairah. Dampak positifnya diharapkan dapat langsung dirasakan oleh warga lewat ketersediaan lapangan kerja baru serta peningkatan penghasilan keluarga para pengrajin.
‎​KUR Perumahan Memperkuat Akses Permodalan Warga
‎​Di samping Program Gentengisasi, sosialisasi KUR Perumahan dengan total alokasi pembiayaan Rp710 miliar yang menyasar 2.830 peserta juga menjadi bagian penting dari rangkaian acara.
‎​Skema permodalan ini dirancang untuk memudahkan warga dan pelaku usaha perumahan dalam mendapatkan akses dana segar guna menunjang aktivitas pembangunan dan pengembangan perumahan.
‎​Bagi Majalengka, kedua program ini saling melengkapi secara strategis. Program Gentengisasi memicu kenaikan permintaan pasar atas produk genteng lokal, sementara KUR Perumahan memperkuat daya beli dan akses pembiayaan sehingga ekosistem ekonomi perumahan bergerak cepat.
‎​Pengrajin dan Warga Menyambut Penuh Antusias
‎​Peluncuran Program Gentengisasi ini disambut dengan rasa syukur oleh para pengrajin dan warga sekitar. Mereka menilai langkah ini sebagai titik terang bagi keberlanjutan industri genteng yang menjadi tumpuan hidup keluarga.
‎​Para pembuat genteng merasa lega karena usaha rumahan yang sebelumnya berada di ambang gulung tikar kini kembali mendapat pesanan dalam volume besar.
‎​Warga pun berharap program seperti ini tidak berhenti di tengah jalan, melainkan terus berkelanjutan agar memberikan efek domino ekonomi jangka panjang bagi Kabupaten Majalengka.
‎​Kebangkitan sektor ini diharapkan mampu mengembalikan reputasi Majalengka sebagai pusat penghasil genteng tanah liat bermutu tinggi, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai kawasan industri kerajinan bersejarah.
‎​Bupati Eman berharap momentum ini menjadi awal dari pulihnya industri genteng Majalengka dan mempererat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, para pengusaha, dan masyarakat.
‎​Ia juga mendoakan agar kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto senantiasa berjalan lancar dalam merealisasikan berbagai program pembangunan nasional.
‎​"Harapan kami, program ini dapat membangkitkan kembali industri genteng Majalengka, memajukan kesejahteraan para pengrajin, serta memperkuat ekonomi warga," pungkas Bupati Eman.
‎​Program Gentengisasi ini menjadi bukti konkrit bahwa kepedulian pemerintah terhadap produk dalam negeri mampu menciptakan kesempatan besar bagi UMKM untuk berkembang, memperluas cakupan pasar, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Majalengka Langkung Sae, industri lokal bangkit, ekonomi warga makin solid.
‎​Turut hadir dalam peresmian tersebut Menko PMK, Menteri PKP, Menteri Perindustrian, Wakil Menteri Dalam Negeri, Kepala BPK RI, Gubernur Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kepala BPS RI, serta para tamu undangan lainnya.

Posting Komentar untuk "Program Gentengisasi Nasional Jadi Angin Segar, Bupati Eman Suherman Majalengka Siap Salurkan 2,4 Juta Genteng ke Berbagai Daerah"


Ads :