Robenson Sekretaris DPD Bara JP Lampung desak TNWK serius tangani program sabuk hijau


Lampung, 14 Januari 2026


www.jejakkriminal.net


Robenson Sekretaris DPD Bara JP Lampung desak TNWK serius tangani program sabuk hijau


Perluasan lahan pertanian dan pemukiman manusia di sekitar Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus menekan ruang gerak gajah sumatera. Kondisi ini memicu konflik berkepanjangan akibat satwa liar tersebut keluar kawasan untuk mencari makan.



Surat kesepakatan aksi masyarakat penyangga Way Kambas dengan Pengelola TNWK hari ini (13/01/2025).

Robenson, Sekretaris Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP) Provinsi Lampung, mendesak pihak otoritas taman nasional untuk segera mengimplementasikan konsep Sabuk Hijau secara konkret dan terintegrasi.


Menurut Robenson, akar permasalahan terletak pada berkurangnya ketersediaan pakan di dalam habitat asli dan kurang seriusnya upaya pengelola dalam menyediakan sumber pangan bagi gajah di dalam kawasan konservasi.


Konflik antara manusia dan gajah di desa-desa penyangga TNWK bukan fenomena baru, namun intensitasnya kian mengkhawatirkan. Perubahan fungsi lahan membuat gajah kehilangan jalur jelajah alaminya.


“Gajah terpaksa mencari makanan di lahan pertanian warga karena di kawasan konservasi sendiri ketersediaan pakan kurang diperhatikan secara serius oleh pihak TNWK. Akibatnya, tanaman petani rusak dan kerugian ekonomi warga tak terhindarkan,” ujar Robenson saat memberikan keterangannya, Selasa (13/1/2026).


Ia menekankan bahwa pendekatan pengusiran gajah secara konvensional tidak lagi efektif jika tidak dibarengi dengan strategi tata ruang yang cerdas di perbatasan hutan.


Sebagai solusi jangka panjang, BaraJP Lampung mengusulkan penguatan program Sabuk Hijau. Program ini bukan sekadar pembatas fisik, melainkan zona transisi yang ditanami komoditas yang secara alami dihindari oleh gajah namun memiliki nilai ekonomis bagi warga.


Robenson menyarankan agar TNWK memfasilitasi penanaman jenis tanaman tertentu di perbatasan, tanaman berbau menyengat seperti Serai dan kunyit dan tanaman berduri seperti Salak.


“Seharusnya pihak TNWK mengajak masyarakat menanam tanaman yang tidak disukai gajah. Bibitnya disediakan oleh TNWK. Tidak hanya itu, pembelinya (pasarnya) juga harus diakomodir oleh mereka agar program ini berkelanjutan dan benar-benar membantu ekonomi warga,” tambahnya.


Keberhasilan program Sabuk Hijau ini bergantung sepenuhnya pada sinergi antara Balai TNWK, pemerintah daerah, dan masyarakat desa penyangga. Tanpa jaminan pasar bagi hasil bumi dari zona penyangga tersebut, masyarakat dikhawatirkan akan kembali menanam tanaman yang disukai gajah seperti jagung atau padi demi mengejar nilai ekonomi.


Dengan langkah ini, Way Kambas diharapkan tidak hanya menjadi benteng terakhir bagi gajah dan badak sumatera, tetapi juga mampu berdampingan secara damai dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Posting Komentar untuk "Robenson Sekretaris DPD Bara JP Lampung desak TNWK serius tangani program sabuk hijau"

Ads :