Pelaksanaan Upacara SLB Pasirwangi Miris: Bendera Sobek, Data Siswa Tidak Sesuai, Terima Dana BOS Ratusan Juta Rupiah



 
Jejak kriminal.net|Garut – Pelaksanaan upacara bendera di Sekolah Luar Biasa (SLB) ABCD Mahmud Mahmudah, Desa Padasuka, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, menuai sorotan publik setelah ditemukan sejumlah kondisi yang memprihatinkan. 



Awak media yang melakukan pemantauan melihat hanya sekitar 16 siswa hadir mengikuti upacara, sementara Bendera Merah Putih yang digunakan terlihat kusam dan sobek.

 
Kondisi bendera yang tidak terawat mengundang kekhawatiran, mengingat upacara bendera merupakan momen penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada peserta didik. 



Sabila Beladina, S.Pd., Bendahara Sekolah yang akan menjabat sebagai Kepala Sekolah, mengakui kelalaian terkait kondisi bendera.


 "Memang kadang tidak disadari, hal-hal sepele seperti bendera sobek kurang terperhatikan. Terima kasih sudah diingatkan," ujarnya, Senin (30-03-2026).

 

Selain masalah bendera, muncul pula pertanyaan tentang transparansi pengelolaan dana dan akurasi data siswa. SLB ini setiap tahun menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) lebih dari Rp200 juta, namun terdapat ketidaksesuaian jumlah siswa antara data Dapodik dan ARKAS – Dapodik mencatat 48 siswa, sedangkan ARKAS mencatat 60 siswa penerima dana BOS.


"Saya juga kurang tahu kenapa berbeda, tapi hal tersebut sudah biasa terjadi di sistem dinas," jelas Sabila.

 


Mengenai penggunaan dana BOS, Sabila menyampaikan bahwa Rp26 juta lebih dialokasikan untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, seperti perbaikan atap bocor dan penggantian pipa air. "Tahun kemarin habis sekitar Rp5 juta untuk hal serupa," tambahnya. 


Selain itu, Rp21 juta dialokasikan untuk pengembangan perpustakaan yang diklaim seluruhnya digunakan untuk pembelian buku pembelajaran, namun untuk sebuah bendera sangsaka merah putih yang sudah kusam dan sobek terabaikan merki hanya puluhan ribu rupiah.


 
Hingga saat ini, belum dilakukan wawancara resmi dengan  KCD Wilayah 10 (Kantor Cabang Dinas) Prov. Jabar  terkait ketidaksesuaian data siswa dan rincian penggunaan dana BOS yang mencapai ratusan juta rupiah per tahun. 


Pihak terkait Inspektorat dan BPK Prov. Jabar segera melakukan pemantauan guna memastikan dana BOS dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan siswa dan peningkatan mutu pendidikan di SLB tersebut.

Posting Komentar untuk "Pelaksanaan Upacara SLB Pasirwangi Miris: Bendera Sobek, Data Siswa Tidak Sesuai, Terima Dana BOS Ratusan Juta Rupiah"

Ads :