3 Tahun Tinggal di Reruntuhan, Janda Asmina di Kertapati Tanya Keadilan: “Kami Rakyat Bukan?”
PALEMBANG – Jejakkriminal.net
Di balik gemuruh proyek pembangunan, ada suara lirih yang nyaris hilang. Suara itu milik Asmina, janda paruh baya di RT 27 RW 05, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang.
Rabu, 29 April 2026, Asmina masih bertahan di sisa reruntuhan rumahnya. Sudah tiga tahun. Sejak 2023, tempat yang dulu jadi atap keluarganya ambruk. Tak ada lagi dinding utuh. Atap hilang. Lantai tanah jadi alas tidur.
“Sisa bangunan lapuk ini saksi bisu,” kata Asmina pelan. Bukan cuma fisik rumah yang runtuh. Harapan juga ikut terkikis, hari demi hari.
*3 Tahun Bertahan: Panas, Hujan, Tanpa Kepastian*
Sejak rumah roboh, Asmina hidup dalam ketidakpastian. Ekonomi pas-pasan membuat ia tak sanggup membangun kembali. Musim hujan berarti tidur dengan bocor. Musim panas berarti kepanasan tanpa pelindung. Rasa khawatir jadi teman sehari-hari.
Yang paling perih: tiga tahun tanpa sentuhan nyata dari pemerintah. “Harapan saya pelan-pelan berubah jadi tanya. Apa saya masih dianggap rakyat? Masih berhak dapat perlindungan?” ujarnya.
*Bukan Sekadar Miskin, Ini Soal Keadilan*
Kisah Asmina bukan cuma potret kemiskinan. Ini cermin ketimpangan. Saat pembangunan digembar-gemborkan, masih ada warga yang suaranya tenggelam. Tertinggal di sudut kota, tanpa akses ke program bedah rumah, RTLH, atau bansos perbaikan hunian.
Asmina tidak minta istana. “Saya cuma minta rumah layak. Tempat berteduh dari hujan dan panas. Itu hak dasar warga negara, kan?”
*Menagih Janji ke Presiden: Tolong Lihat Kami*
Dengan mata berkaca, Asmina titip pesan ke Presiden RI. Minta pemerintah turun langsung, lihat kondisinya. Bukan lewat laporan di atas kertas.
“Ke mana keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia?” tanyanya. Kalimat pendek, tapi menohok. Pertanyaan untuk semua pihak: pemkot, pemprov, hingga istana.
*Harapan: Jangan Cuma Jadi Cerita Pilu*
Hari ini, yang Asmina punya tinggal harapan. Ia tidak ingin kisahnya berhenti jadi berita sedih. Ia mau ini jadi pemicu kepedulian dan aksi nyata.
Karena di balik data capaian pembangunan, ada manusia nyata. Seperti Asmina. Menunggu untuk dilihat, didengar, dan dibantu.
Jika ada yang tergerak membantu, Asmina berdomisili di RT 27 RW 05, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, Palembang. Koordinasi bisa melalui RT/RW setempat.
Pewarta: Tim



.png)
Posting Komentar untuk "3 Tahun Tinggal di Reruntuhan, Janda Asmina di Kertapati Tanya Keadilan: “Kami Rakyat Bukan?”"