Inflasi Provinsi Lampung 0,19%,Tetap terkendali pada Bulan Maret 2026

jejakkriminal.net

BANDAR LAMPUNG ----- Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Maret 2026 mengalami infiasi sebesar 0,19% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0.36% (mtm). 

Realiansi tersebut sejalan dengan rata-rata inflasi bulan Februari dalam tiga tahun terakhir yang tercatat sebesar 19% (mtm). 

Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 1,18% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,48% (yoy)

Dilihat dari sumbemya, inflasi Maret 2025 terutama didorong oleh kenalkan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok transportasi. 

Komoditas utama penyumbang anflasi antara lain daging ayam ras, bensin, telur ayam ras, dan beras dengan andil masing-masing sebesar 0,05% 0.04%: 0,03%; dan 0.03% (mam). 

Kenaikan harga daging dan telur ayam ras serta beras terutama didorong oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama periode HBKN Ramadan dan Idulfitri 2026 Sementara itu, kenaikan harga bensin dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh PT Pertamina pada 1 Maret 2020, sejalan dengan dinamika harga minyak global

Di sisi lain, inflasi yang lebih rendah pada Maret 2026 turut dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah komoditas, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. 

Komoditas cabai merah dan tomat masing-masing memberikan andil sebesar-0.00% dan -0.02% (mtm), seiring meningkatnya pasokan dari sentra produkai di Pesawaran dan Lampung Tengah. 

Selain itu, penurunan harga emas dunia turut mendorong penurunan harga ernas perhiasan dengan and sebesar -0,02% (mtm).

Ke depan, KPW BI Provinsi Lampung memprakirakan inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) pada akhir tahun 2026. 

Namun demikian, sejumlah risiko perlu tetap diwaspadai dan dimitigasi. Dari sisi Inflasi inti (Core Inflation), resiko tersumber dan 

(i)peningkatan permintaan agregat sejalan dengan implementasi kenaikan UMP 2025 sebesar 5.35% yang direalisasikan secara bertahap sepanjang tahun 2026; serta; 

(ii) berlanjutnya kenalkan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih tinggi Dari sisi inflasi Bahan Makanan Bergejolak (Volatile Food), risiko yang pertu dicermati meliputi ;
(i) rendahnya realisasitanam di Lampung pada Maret 2026 akibat curah hujan yang tinggi, sehingga berpotensi menekan capaian panen dan meningkatkan tekanan inflasi pada tiwulan II ; serta ; 
(ii) prakiraan curah hujan yang cenderung rendah (<50 mm) pada periode April-September di sebagian besar wilayah Lampung berdasarkan analisis atmosfer BMKG pengkinian Desarian Maret), serta potensi peralihan menuju kondisi El Nino lemah pada Semester yang berisiko menekan produksi komoditas tanaman pangan dan hartkutura. 

Sementara tu, dari sisi inflasi Harga yang Diatur Pemerintah (Administered Prices), resiko yang perlu diwaspadai meliputi ;
(i) potensi kenaikan harga BBM seiring risiko peningkatan harga minyak dunia akibat berlanjutnya lensi geopolitik dan ketidakpastian global, serta ;
(ii) dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni-Terbanggi Besar yang berlaku sejak 27 November 2025 terhadap penyesuaian tarif transportasi antarkota serta harga rokok.

 Meninjau perkembangan inflasi Maret dan mempertimbangkan peningkatan isiko global dan domestik, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K sebagai berikut:

1. Keterjangkauan Harga

a. Melaksanakan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.

b. Memperkuat monitoring harga dan pasokan komoditas strategis (beras, cabel, bawang, daging sapi serta daging dan telur ayam ras), termasuk artisipasi dampak kenalkan biaya distribusi akbat volatilitas energi global

2. Ketersediaan Pasokan

a. Memperluas implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK dan Non-HK

b. Memperkuat kerja sama antar daerah (KAD) antarprovinsi maupun intraprovinsi untuk komoditas delisit dan berisiko defait dengan sentra produksi

c. Memperkuat koordinasi antar OPD terkait guna mempercepat realisasi program swasembada pangan di Provinsi Lampung melalui optimalisasi lahan, penggunaan varietas unggul, bantuan alsintan, serta memastikan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi secara lepat guna dan tepat sasaran

d. Memperkuat data pasokan guna meningkatkan efektivitas monitoring ketersediaan pasokan

3. Kelancaran Distribusi

a. Mengantisipasi potensi kenaikan biaya logistik akibat volatilitas harga BBM global

b. Molanjutkan perbaikan infrastruktur jalur distribusi pangan.

c. Memperkuat implementasi Mobil TOP (Transportasi Operasi Pasar) dan dukungan Subsidi Ongkos Angkut (SOA) bersama OPD dan Bulog

4. Komunikasi efektif

a. Melakukan rapat koordinasi rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini

b. Menjaga ekspektasi intasi melalui komunikasi publik yang konsisten di tengah ketidakpastian global

c. Memperkuat sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan yang terkini dan

d. berkualitas gura mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat. d. Memanfaatkan media digital untuk menyampaikan informasi terkini mengenai inflasi di Provinsi Lampung


Posting Komentar untuk "Inflasi Provinsi Lampung 0,19%,Tetap terkendali pada Bulan Maret 2026"

Ads :