Kades Pinang Banjar Setop Dump Truk Ala Koboi, Gunakan Mobil Operasional Desa hingga Picu Kemacetan

 

MUSI BANYUASIN,https//www.jejakkriminal.net 02/04/2026 - pengguna jalan yang melintas di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kamis 2 April 2026 pagi, dibuat resah akibat kemacetan panjang yang terjadi di ruas jalan tersebut.

Kemacetan dipicu aksi penyetopan kendaraan dump truk angkutan  jalan tol,  yang dilakukan oleh Kepala Desa Pinang Banjar H Masrukin, S.Sos, Kadus dan warga setempat sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB belum selesai.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, aksi penyetopan itu dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak terkait. Bahkan tindakan tersebut dinilai berlebihan karena dilakukan dengan cara memblokir jalan menggunakan kendaraan operasional desa berplat merah yang baru saja diserahkan oleh Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet beberapa waktu lalu.

Akibat penyetopan tersebut, antrean kendaraan  panjang dari dua arah. Situasi sempat memanas karena sejumlah pengendara saling serobot untuk keluar dari kemacetan yang terjadi di tengah terik matahari dan debu jalan.

Roni (34), salah satu pengguna jalan, mengaku sangat terganggu dengan aksi tersebut. Ia menilai tindakan kepala desa itu justru merugikan masyarakat yang melintas.

“Kami yang lewat ini jadi korban. Macet panjang, panas, debu juga tebal. Kalau mau menertibkan truk harusnya ada koordinasi dulu, jangan main stop seperti ini,” keluh Roni.

Hal senada juga disampaikan pengguna jalan lainnya. Mereka menilai langkah yang dilakukan kepala desa terkesan arogan karena dilakukan tanpa pengaturan lalu lintas yang jelas.

“Harusnya kalau ada penertiban ya libatkan polisi atau pihak terkait. Ini malah bikin macet parah dan hampir saja beberapa kendaraan tabrakan karena saling serobot,” ujar seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya.

Aksi sepihak tersebut juga mendapat sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Pemerhati Organisasi Sosial dan Ekonomi Republik Indonesia (POSE RI) Biro Musi Banyuasin.

Kepala Biro POSE RI Muba menilai tindakan kepala desa tersebut tidak tepat karena dilakukan tanpa koordinasi dan tanpa mempertimbangkan dampak yang timbul di lapangan.

“Seharusnya kepala desa jangan bertindak secara serampangan. Walaupun mungkin niatnya baik ingin menertibkan kendaraan, tapi harus dilakukan dengan cara yang benar. Jangan asal main stop saja,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap upaya penertiban kendaraan harus melibatkan pihak berwenang serta memperhitungkan dampak terhadap pengguna jalan lainnya.

“Kalau memang mau menghentikan kendaraan, harus dipikirkan dulu dampaknya. Siapkan juga lokasi parkir atau tempat penampungan kendaraan. Jangan sampai malah menimbulkan kemacetan panjang seperti ini,” tegasnya.

Ironisnya, aksi penyetopan tersebut juga disebut tidak melibatkan aparat berwenang. Kapolsek Sungai Lilin saat dikonfirmasi bahkan mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan penyetopan tersebut.

Kapolsek Sungai Lilin menyebut pihaknya telah menghubungi kepala desa yang bersangkutan dan memberikan teguran agar tindakan serupa tidak kembali dilakukan tanpa koordinasi. (Tim)

Posting Komentar untuk "Kades Pinang Banjar Setop Dump Truk Ala Koboi, Gunakan Mobil Operasional Desa hingga Picu Kemacetan"

Ads :