‎Isu Wartawan Disandera di SPBU Wahidin Tuai Sorotan, Aktivis Minta Pemberitaan Berimbang



‎Pontianak-Sebuah pemberitaan di salah satu media terkait dugaan “wartawan disandera” di SPBU Wahidin menuai tanggapan dari sejumlah pihak. 

‎Aktivis Kalimantan Barat, Eddy Ruslan, menilai narasi tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.Kepada sejumlah awak media, Sabtu (9/5/2026), Eddy Ruslan mengatakan fakta di lapangan berbeda dengan narasi yang berkembang. Menurutnya, wartawan yang datang ke lokasi setelah melakukan pengambilan gambar diketahui langsung meninggalkan area SPBU tanpa adanya upaya penahanan.

‎“Kalau memang wartawan disandera, tentunya wartawan tersebut tidak bisa keluar dari lokasi. Faktanya, setelah mengabadikan gambar, wartawan langsung meninggalkan tempat,” ujar Eddy Ruslan.

‎Ia menegaskan, penggunaan istilah “disandera” harus disampaikan secara hati-hati dan berdasarkan fakta yang benar agar tidak memicu opini liar maupun merugikan pihak tertentu. Menurutnya, setiap informasi yang disampaikan ke publik sebaiknya mengedepankan prinsip akurasi dan keberimbangan.

‎Eddy juga berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin. Ia mengajak insan pers tetap mengedepankan profesionalisme serta melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan informasi kepada masyarakat.

‎“Jangan sampai narasi yang dibangun justru menimbulkan kegaduhan baru. Pers harus tetap profesional dan berimbang dalam menyampaikan informasi,” tutupnya.

(Red/Am)

Posting Komentar untuk "‎Isu Wartawan Disandera di SPBU Wahidin Tuai Sorotan, Aktivis Minta Pemberitaan Berimbang"

Ads :